GP Ansor dan IKA PMII Maros Gelar Diskusi, Ini Yang Dibahas! 

oleh -65 views
IMG 20211122 WA0013 https://sulselexperience.com/gp-ansor-dan-ika-pmii-maros-gelar-diskusi-ini-yang-dibahas.html 1 Bҽɾαɳԃα Iɳϝσ Nυʂαɳƚαɾα GP Ansor dan IKA PMII Maros Gelar Diskusi, Ini Yang Dibahas!  1 Komunitas Diskusi
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Sulselexperience.com —Sebagai upaya mendukung Pemerintah Kabupaten Maros untuk menciptakan kehidupan religius di Maros dan berdasarkan fakta banyaknya jumlah Pondok Pesantren di Kabupaten Maros, Anak Muda NU : Gerakan Pemuda (GP) Ansor Maros dan IKA PMII Kabupaten Maros menggelar diskusi bertajuk ‘Apa kabar Perda Pesantren di Kabupaten Maros’.

Diskusi yang digelar Jumat Sore, (19/11/2021) Beberapa hari lalu ini digelar di Warkop Amure Kompleks PTB Maros. Hadir sebagai narasumber : Bupati Maros yang diwakili Kabag Kesra Darmawan, Ketua NU Maros yang juga diwakili Ketua Muslimat Mardiah Said, Ketua IKA PMII Maros Alimuddin dan anggota DPRD Kabupaten Maros Fraksi PKB Muh. Nasir serta Ketua GP Ansor Maros Abrar Rahman.

Mencuat dalam diskusi, urgensi pembentukan Perda di Kabupaten Maros karena Maros merupakan kabupaten dengan jumlah pesantren terbanyak Sulawesi Selatan. Kebutuhan akan Perda juga berdasar pada UU Pesantren Nomor 18 Tahun 2019 serta beberapa peraturan yang telah mengatur tentang pesantren.

Terkait hal tersebut, Kabag Kesra Pemkab Maros Darmawan, menyambut wacana pembentukan Perda Pesantren di Kabupaten Maros. Lebih lanjut, pihaknya siap memfasilitasi diskusi lanjutan terkait pembentukan Perda ini.

Sementara Ketua Muslimat NU Maros, Mardiah Said, mengungkapkan bahwa berdasarkan data, jumlah pesantren di Kabupaten yang telah memiliki izin sebanyak 26 pesantren. Menurutnya, hal ini penting mendapat sentuhan dari pemerintah daerah. Dan pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan para santri di pesantren.

Senada dengan itu, Ketua GP Ansor Maros, Abrar Rahman menyoroti tentang bagaimana komitmen Pemerintah Daerah Maros untuk bisa mendefinisikan visi religius Bupati dan Wakil Bupati Maros. Salah satunya, masih menurut Abrar dengan pembentukan Perda Pesantren di Kabupaten Maros. Selain fakta banyaknya pesantren di Kabupaten Maros, Perda ini juga sudah memiliki payung hukum di atasnya yakni : UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Perpres Nomor Tahun 2021 tentang Pendanaan Pesantren.

“Ketika Perda ini mampu dilahirkan, Maros akan menjadi pilot projek di Sulawesi Selatan. Ini akan menjadi prestasi dan legacy tersendiri bagi Bupati Maros”, kata Abrar.

Menurutnya, hal Ini juga merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Maros melalui APBD terhadap Pesantren dan kehidupan beragama serta lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Maros.

Sedangkan Ketua IKA PMII Kabupaten Maros, Alimuddin yang juga merupakan Ketua Pokjawas mencontohkan bahwa Kabupaten Maros juga pernah menginisiasi Perda baca tulis Al-Qur’an pada 2005 dan ini kemudian diikuti oleh Perda Provinsi Sulsel tentang hal serupa di tahun 2006. Alimuddin memberi motivasi kepada Anak Muda NU Maros untuk terus mengawal gagasan ini sampai ditingkat kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Maros.

Anggota DPRD Kabupaten Maros Fraksi PKB, Muh. Nasir yang hadir juga sebagai narasumber, mengapresiasi gagasan ini dan akan memperjuangkan bersama anggota dewan yang lain di DPRD Maros. “Mudah-mudahan ke depan bisa diperjuangkan Perda Pesantren di Kabupaten Maros”, kata Muh. Nasir

Dalam sesi tanya jawab, juga mencuat tentang kurikulum pesantren yang bisa berkomitmen pada penguatan moderasi beragama di Kabupaten Maros, (Acnk/Aco).