Makassar, Experience — TK Islam Athirah Bukit Baruga baru-baru ini menggelar acara Simaan yang menghadirkan momen penuh haru dan kebahagiaan. Acara yang disaksikan oleh orang tua anak didik serta anak-anak panti asuhan ini berlangsung meriah pada [13 Desember 2024]. Simaan kali ini diikuti oleh 8 anak dari kelompok bermain (3-4 tahun), 24 anak kelompok A (4-5 tahun), dan 46 anak kelompok B (5-6 tahun).
Para peserta memukau hadirin dengan memperlihatkan hasil pembelajaran mereka, yakni hafalan surah-surah pendek dari Juz 30 Al-Qur’an, beberapa hadits, serta doa-doa harian yang telah mereka pelajari. Kegiatan ini menjadi bagian dari usaha TK Islam Athirah Bukit Baruga dalam menanamkan nilai-nilai agama sejak dini kepada para anak didik dengan harapan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur TK Islam Athirah Bukit Baruga, Mas Aman Uppi, S.Pd., M.Pd. memberikan pesan penting kepada orang tua tentang cara mendidik anak agar tumbuh dengan iman yang kuat. “Mengenalkan anak pada Al-Qur’an sejak dini adalah langkah yang luar biasa. Namun, yang tidak kalah penting adalah menjaga kesucian makanan yang mereka konsumsi dan selalu mendoakan mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang sukses,” ujar Mas Aman dengan penuh perhatian.
Acara ini juga menjadi momen berbagi yang sangat berarti, di mana TK Islam Athirah Bukit Baruga mengundang anak-anak panti asuhan untuk menyaksikan kegiatan Simaan. Tak hanya itu, sekolah juga memberikan berbagai bantuan seperti hadiah, makanan, sembako, serta uang tunai untuk meringankan beban mereka. Sebagai balasan, anak-anak panti asuhan yang hadir turut mendoakan kesuksesan bagi sekolah, menciptakan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Simaan di TK Islam Athirah Bukit Baruga tidak hanya menonjolkan prestasi para anak didik dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menunjukkan komitmen sekolah dalam mendidik anak-anak dengan kasih sayang serta mempererat hubungan sosial dengan berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan. Ini adalah contoh nyata bagaimana pendidikan dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan, membentuk generasi yang peduli dan penuh empati.(*)
Editor//Experience//Online//Hasim.








