Makassar,Experience — Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Balai Sertifikasi Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BSMBTPH) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulsel mengadakan Forum Perbenihan/Sosialisasi Peraturan Perbenihan tahun 2023 yang dilaksanakan di Grand Palace Hotel, jalan Tentara Pelajar Rabu, (24/5/2023).
Uvan Nurwahidah Shagir, kepala UPT BSMBTPH Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulsel mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya diadakan untuk menyatukan persepsi baik dari PBT, produsen, maupun para penyedia dan stakeholder yang terkait.
Tentu kata Uvan sekaligus ini juga untuk mengetahui berapa kebutuhan benih yang disiapkan untuk tanam di tahun 2023 dan tahun 2024 sekaligus melihat perubahan-perubahan yang terjadi perbenihan tersebut.
“Tentu yang terlibat dari kegiatan ini, hampir semua stakeholder karena melihat petani kita, dan sekarang ada kegiatan yang dilakukan oleh bapak gubernur Sulsel yang telah dibangun tahap launching dan dimana, semua petugas perbenihan ikut terlibat,” ucap Uvan Nurwahidah yang juga sekretaris Pokja I TP PKK Sulsel.
Lebih lanjut dimana, petugas perbenihan terutama PBT yang begitu siap mengawal di lapangan mulai dari pertanaman sampai keluar dari berita menjadi benih yang bersertifikat mereka lakukan semua.
Untuk itu, ia harus melakukan pertemuan forum perbenihan supaya mana yang celah-celah yang bisa diperbaiki, apakah hal varietasnya, uptnya, dan bagaimana cara mengantisipasinya.
Dijelaskan, bahwa sebanyak 24 kabupaten/kota se-Sulsel untuk mengikuti forum perbenihan/sosialisasi peraturan perbenihan tahun 2023 hal ini karena memang ada beberapa tanaman yang mengalami penangkaran mulai dari yang kecil hingga besar seperti di kabupaten Bulukumba paling tinggi penangkaran, kabupaten Sidrap, Kabupaten Pinrang, untuk kota Pare-Pare masih kurang karena dilihat dari lokasi wilayahnya untuk hektar sawah masih kurang.
“Tentu kami berharap dengan kegiatan ini, mengharapkan mandiri benih yang diprioritaskan oleh bapak gubernur Sulsel untuk terus berlanjut. Artinya, petani-petani kita, penangkar-penangkar kita harus menyiapkan benih tidak lagi mereka menjual keluar,” harapnya.
Untuk itu, ia berharap agar mereka (para petani) ini tidak tertarik dengan yang luar tetapi, petani memilih untuk menggunakan bibit sendiri.
“Utamanya adalah “jika kita sudah menggunakan bibit yang berlabel, bermutu dan bersertifikat, insha Allah hasilnya akan jauh lebih tinggi ketimbang yang tidak menggunakan bibit bersertifikat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulsel Imran Jauzi mengatakan, bahwa pelaksanaan program perbenihan tanaman pangan antara pusat dan daerah serta pemangku kepentingan terkait dalam hal ini stakeholder perbenihan dalam rangka penyediaan benih tanaman pangan terutama menyusun rencana kebutuhan dan penyediaan benih tanaman pangan tahun 2023 dan 2024 guna memenuhi kebutuhan benih di tingkat petani secara tepat varietas, tepat mutu, tepat jumlah, tepat waktu, tepat lokasi dan dengan harga yang terjangkau.
Menurut Imran, hal ini untuk mewujudkan kemandirian pangan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah melaksanakan program Mandiri Benih khususnya Padi mulai tahun 2022 sampai dengan tahun 2023 dan salah satu upaya konkrit untuk pencapaian peningkatan produksi tanaman pangan adalah melalui peningkatan produktivitas yang telah terbukti melalui program ini dan diharapkan berlanjut pada tahun yang akan datang.
“Tentu diharapkan dapat menghasilkan perencanaan penyediaan benih, meningkatkan peran kelembagaan perbenihan, menyamakan persepsi, serta menemukan solusi untuk penyelesaian permasalahan di bidang perbenihan, sehingga penyediaan benih dapat memenuhi sasaran 6 (enam) tepat, yaitu tepat varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi dan harga yang terjangkau oleh petani,” ujarnya.
Untuk itu, penggunaan benih varietas unggul bersertifikat apabila dibarengi dengan cara budidaya yang baik seperti pemupukan yang tepat dan berimbang serta pengendali OPT secara terpadu dapat meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman.
“Saya mengharapkan dalam pertemuan ini akan tercipta serta dihasilkan data dan informasi penyediaan dan kesiapan benih Tahun 2023 dan 2024,” harapnya. (Cdt)








