SulselExperience com, Maros – Komunitas Trail Trac Ubur-ubur Maros (Trabas) silaturahmi dengan Bupati Maros, Chadir Syam, di rumah jabatan, Rabu (8/12/2021) malam.
Dalam pertemuan antara Ketua Umum Trabas dan pengurus tersebut, ada beberapa agenda yang dibahas.
Agenda yang dibahas mulai dari legalitas organisasi hingga agenda Trabas kedepannya.
Chaidir Syam pun menyambut baik rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh anggotanya.
“Tetap kompak saat berada di jalur. Kekompakan itu paling utama, ” kata Chaidir.
Kini proses legalitas Trabas sedang berjalan. Berawal dari tandatangan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) oleh Chaidir Syam selaku Bupati Maros, Ketua Harian Trabas Ancha dan Sekretaris, Noer Fajriansyah.
Proses tandatangan tersebut disaksikan oleh perwakilan pengurus diantaranya, Hamzan, Adrian, Irfan Bhalank, Agus, Asrul dan Fathur.
“Legalitas sangat perlu untuk sebuah organisasi,” kata Chaidir.
Setelah itu, Trabas membahas soal agenda kedepannya.
Dua diantaranya mengikuti event trail di Toraja dan event Trail Trabas Keren yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2022.
Sementara Ketua Harian Trabas, Ancha mengatakan, setelah tandatangan AD/ART, proses di Notaris segera dilakukan.
“Sekretaris sedang menyusun legalitas di notaris. Kami upayakan segera rampung,” katanya.
Untuk event di Toraja, kami akan memboyong pengurus. Kurang lebih 20 orang.
Sementara untuk event trail di bulan Maret, Trabas sementara melakukan proses.
“Teman-teman Trabas akan selalu kompak. Kami berikan kesempatan kepada pengurus yang ingin ikuti event,” katanya.
Menurutnya, Trabas dibentuk bukan untuk menjadi penyaing komunitas trail yang ada di Maros.
Melainkan untuk menambah pertemanan, kekompakan dan menjadi wadah bagi para pecinta trail.
“Tentunya untuk gabung dengan Trabas, ada proses yang harus dilalui. AD/ART tetap menjadi pedoman,” kata dia.
Nantinya, setiap event yang dilakukan oleh Trabas Maros akan ikut serta membantu Pemkab Maros untuk promisikan potensi wisata.
“Nanti kalau event bulan Maret, rencana start dan finish di lapangan Pallantikang. Lalu pos satu di hutan pinus Tala-tala Tompobulu,” ujar dia.
Trabas kini sedang membuka jalur baru, menuju hutan pinus.
“Tapi semua itu belum bersifat finish. Masib butuh dilakukan pertemuan sesama teman-teman dan komunitas yang turut membantu,” katanya.
(Anchank)








