Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Dorong Masjid Jadi Titik Strategis Distribusi Pangan Murah

Makassar, Experience — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong pengurus masjid di Kota Makassar untuk mengambil peran lebih besar dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dengan menjadikan masjid sebagai titik strategis distribusi pangan murah bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan penutupan Roadshow Ramadan Muslim Friendly yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Masjid Nurul Amin, Rabu (11/3/2026).

Menurut Munafri, masjid memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di tengah komunitas masyarakat dan memiliki jaringan jamaah yang kuat. Potensi tersebut dinilai sangat relevan untuk dimanfaatkan sebagai pusat distribusi bahan pokok murah, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri ketika harga kebutuhan pokok sering mengalami kenaikan.

“Masjid itu berada di tengah masyarakat. Kalau dikelola dengan baik, masjid bisa menjadi titik distribusi pangan murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Munafri.

Ia menilai penguatan peran masjid dalam sektor ekonomi umat menjadi langkah penting dalam upaya pemerintah mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan yang kerap mengalami lonjakan harga menjelang lebaran.

Bacaan Lainnya

Munafri juga menyoroti kondisi beberapa komoditas yang mulai mengalami tekanan pasokan di pasar, salah satunya gula, yang belakangan ini mulai langka di sejumlah wilayah. Karena itu, ia meminta adanya sistem distribusi yang lebih terorganisir dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pengurus masjid.

Walikota Makassar Munafri Arifuddin meninjau stan pangan murah dalam program roadshow ramadan muslim friendly yang ditutup di Masjid Nurul Amin, Kapasa Raya, Tamalanrea, Rabu, (11/3/2026). Foto: exp

Selain itu, Wali Kota Makassar juga berharap perbankan syariah tidak hanya fokus pada penghimpunan dana dari kas masjid, tetapi juga ikut melakukan pendampingan kepada pengurus masjid dalam menyusun business plan pengelolaan ekonomi umat.

Menurutnya, melalui pendampingan tersebut, masjid dapat mengembangkan sistem manajemen distribusi bahan pokok yang lebih baik sehingga mampu membantu masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang stabil.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga mengunjungi stan pasar murah yang disiapkan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar yang bekerja sama dengan komunitas Moslem Friendly Forum. Stan tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Sementara itu, panitia pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa program Roadshow Ramadan Muslim Friendly tahun ini melibatkan 22 masjid yang tersebar di berbagai kecamatan di Kota Makassar. Masjid-masjid tersebut menjadi lokasi pelaksanaan pasar murah sekaligus inkubator program ekonomi berbasis masjid.

Data dan potensi dari 22 masjid tersebut rencananya akan dilaporkan kepada Wali Kota Makassar sebagai bahan kajian untuk mengembangkan kebijakan yang menjadikan masjid sebagai titik strategis pengendalian inflasi dan distribusi pangan murah di tingkat komunitas.

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar melayani warga di tengah hujan di puncak peringatan gerakan pangan murah yang dihadiri Walikota Makassar, Munafri Arifuddin di Masjid Nurul Amin, Kapasa Raya, Tamalanrea, Rabu, (11/3). Foto: exp

Melalui inisiatif tersebut, diharapkan masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat penguatan ekonomi umat yang mampu membantu menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan