Inklusif Pengusaha Tionghoa Kini Difasilitasi Sertifikasi Halal di Makassar

Makassar, Experience — Menjelang Ramadan 2026, Muslim Friendly Forum (MFF) menggandeng tokoh masyarakat Tionghoa Makassar untuk membuka akses sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha di kota ini, termasuk pengusaha Tionghoa. Program ini menjadi bagian dari Gerakan Makassar Muslim Friendly Market 2026, yang mendorong sinergi pentahelix pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media. Gerakan ini digelar untuk memperkuat ekosistem ekonomi halal yang inklusif.

Indonesia adalah salah satu pasar halal terbesar dunia. Pemerintah menargetkan sertifikasi halal sebagai standar kualitas nasional bukan hanya identitas keagamaan, tetapi juga jaminan keamanan, higienitas, dan kepercayaan konsumen.

Namun saat ini, produk UMKM yang telah tersertifikasi halal baru berkisar 20 persen dari total 66 juta UMKM nasional. Artinya, ruang pertumbuhan masih sangat luas termasuk di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, yang kini berkembang sebagai simpul ekonomi halal Indonesia Timur.

Ketua Muslim Friendly Forum (MFF), Zulkarnain Rahmat Sumakno, menegaskan bahwa sertifikasi halal adalah langkah strategis untuk memperkuat daya saing pelaku usaha.

“Sertifikasi halal merupakan regulasi pemerintah untuk memastikan perlindungan konsumen sekaligus mendorong peningkatan kualitas produk UMKM. Saat ini, jumlah produk UMKM yang telah tersertifikasi halal baru mencapai sekitar 20 persen dari total 66 juta UMKM nasional. Masih ada peluang besar untuk mengejar target nasional bersama-sama.”

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan bahwa pada tahun 2026, pemerintah telah membuka 1,35 juta kuota sertifikasi halal gratis bagi UMKM di seluruh Indonesia.

“Program ini memberikan perlindungan bagi masyarakat atas ketersediaan produk halal, sekaligus memberi kemudahan bagi UMKM agar lebih berdaya saing, kompetitif, dan dipercaya pasar baik lokal maupun nasional. Dan kesempatan ini terbuka bagi semua pelaku usaha tanpa memandang latar belakang etnis atau agama,” jelasnya.

Zulkarnain juga menegaskan bahwa MFF telah menyiapkan langkah jangka panjang dalam penguatan ekosistem wisata ramah muslim.

“Ke depan, Muslim Friendly Forum (Forum Ramah Muslim) akan mendorong terbentuknya kawasan wisata kuliner halal di berbagai titik strategis Kota Makassar. Ini menjadi bagian dari penguatan wisata ramah muslim melalui percepatan sertifikasi halal sehingga wisatawan dan masyarakat mendapatkan kepastian, kenyamanan, dan kepercayaan saat berkuliner di Makassar.”

Menurutnya, langkah ini akan membuat Makassar semakin kompetitif dalam peta wisata nasional.

Tokoh Tionghoa Makassar Dukung Langkah Inklusif

Tokoh masyarakat Tionghoa Makassar, Yonggris Lao, menyambut baik program ini.

“Kami menghargai kebutuhan konsumen muslim. Sertifikasi halal akan memberi kenyamanan dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. Dengan pendampingan yang mudah diakses, kami tentu menyambut baik program ini,” ujarnya.

Ia menilai kebijakan inklusif ini memperkuat harmoni sosial dan iklim bisnis di Makassar.

Rembuk daerah Pentahelix Pariwisata Kota Makassar yang dibuka oleh Walikota Makassar, Munafri Arifuddin di Hotel Four Point Makassar. Foto: experience
Rembuk daerah Pentahelix Pariwisata Kota Makassar yang dibuka oleh Walikota Makassar, Munafri Arifuddin di Hotel Four Point Makassar. Foto: experience

Hal sama juga disampaikan Ketua Forum Pentahelix Pariwisata Indonesia, HM Azhar Gazali. Dia mengaku turut mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan lintas etnis di Makassar merupakan langkah maju yang bisa dijadikan role model nasional dalam pengembangan wisata ramah muslim.

“Gerakan inklusif yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan pelaku usaha lintas etnis ini adalah contoh nyata bagaimana pentahelix bekerja untuk kepentingan publik. Ini inklusif, sesuai dengan visi Walikota Makassar kita. Penguatan halal tourism tidak boleh eksklusif, ia harus menjadi ruang kolaborasi yang membangun kenyamanan bersama, dimulai dari Indonesia Timur sebagai halaman depan ekonomi pariwisata halal nasional.” Kata Azhar

Azhar yang juga aktif sebagai pelaku travel umrah di Makassar menegaskan bahwa industri pariwisata membutuhkan kepercayaan, kepastian, dan standar layanan. Sertifikasi halal, lanjutnya adalah salah satu instrumen utamanya.

“Ketika usaha lintas etnis ikut terlibat dalam sertifikasi halal, maka kita sesungguhnya sedang membangun jembatan sosial, bukan sekadar pasar. Ini kekuatan baru Makassar.”

Tentang Muslim Friendly Forum (MFF)

Gerakan Makassar Muslim Friendly Ramadan Market 2026 ini hadir dalam rembuk daerah pentahelix pariwisata Kota Makassar yang dibuka Wali Kota Makassar. Sesuai petunjuk Walikota Makassar program ini dirancang sebagai wadah bagi pemerintah daerah, UMKM lintas etnis, halal centre & akademisi, komunitas dan media.

Untuk memperkuat kolaborasi ekonomi halal yang terbuka dan inklusif ini. Gerakan ini akan berfokus pada sosialisasi sertifikasi halal, pendampingan administrasi, literasi pasar halal, penguatan citra Makassar ramah muslim dan pelibatan pengusaha lintas etnis.

Muslim Friendly Forum adalah platform kolaborasi lintas sektor yang mendorong pengembangan ekosistem Muslim Friendly di Makassar dan Indonesia Timur melalui edukasi, riset, pendampingan UMKM halal, serta promosi ekonomi inklusif. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan