Dari Kelas ke Museum: Murid SMA Islam Athirah 1 Makassar Pelajari Budaya Kearifan Lokal

Makassar, Experience — Murid SMA Islam Athirah 1 Makassar melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Kota Makassar pada Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan agenda mata pelajaran Sosiologi yang dirancang untuk menerapkan pembelajaran yang mendalam dan bermakna, sekaligus memperkenalkan budaya serta kearifan lokal Bugis Makassar kepada para murid secara langsung.

 

Melalui kunjungan ini, murid tidak hanya mempelajari konsep sosial di dalam kelas, tetapi juga mengamati secara langsung realitas sosial-budaya masyarakat Bugis Makassar yang tercermin dalam sejarah, adat istiadat, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman murid terhadap materi sosiologi melalui pengalaman nyata.

Dalam kunjungan tersebut, murid diajak mengenal sejarah Kota Makassar, nilai-nilai budaya Bugis Makassar, serta berbagai peninggalan bersejarah yang mencerminkan identitas dan karakter masyarakat Sulawesi Selatan. Melalui pengamatan langsung terhadap koleksi museum, murid memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai filosofi hidup, sistem sosial, hingga peran penting budaya lokal dalam kehidupan masyarakat.

Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar, Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pembelajaran di luar kelas menjadi bagian penting dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam.

Bacaan Lainnya

“Kunjungan ke Museum Kota Makassar ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam menerapkan pembelajaran yang mendalam dan bermakna. Murid diajak belajar langsung dari sumbernya agar memiliki pemahaman sosial yang utuh serta kecintaan terhadap budaya dan kearifan lokal Bugis Makassar,” ujar Tawakkal.

Sementara itu, pihak Museum Kota Makassar menyambut rombongan murid dengan hangat. Salah satu petugas museum menyampaikan rasa senang atas kunjungan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari SMA Islam Athirah 1 Makassar. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap sejarah dan budaya daerahnya. Museum ini terbuka sebagai ruang belajar yang edukatif dan inspiratif,” ungkapnya.
Para murid tampak antusias mengikuti setiap penjelasan dari pemandu museum.

Selain memperluas wawasan sejarah dan sosial, kegiatan ini juga mendorong murid untuk menumbuhkan rasa cinta, bangga, serta tanggung jawab dalam melestarikan budaya daerah.

Pihak sekolah berharap kegiatan pembelajaran berbasis kunjungan lapangan ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan kurikulum, sehingga murid tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan realitas sosial di sekitarnya.(*)

Editor//Experience//Online//Hasim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan