GNPK : Andi Sudirman Sulaiman di Kenal Bersih dan Religius, Jangan Ada Manfaatkan Kedekatan untuk Intervensi

SULSELEXPERIENCE.COM – Kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman hingga saat ini dianggap masih biasa-biasa saja. Meskipun sejak mengambil alih tugas pemerintah sebagai pejabat atau Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel 28 Februari 2021 lalu.

Andi Sudirman sebentar lagi menjadi definitif Gubernur Sulsel pasca jatuhnya vonis bersalah dari Nurdin
Abdullah. Namun meski selama ini tunggal di pucuk pimpinan, Andi Sudirman juga sudah mengangkat
Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan atau TGUPP untuk tahun 2022.

Tugas TGUPP mendampingi melaksanakan visi misi kerja selama masa kepemimpinan Andi Sudirman. Mereka direkrut sesuai dengan keahlian yang berbeda-beda seperti pemerintahan, pertanian, kehutanan, gizi masyarakat, hingga pendidikan.

Wakil ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Ramzah Thabraman menanggapi khusus keberadaan dari TGUPP ini, agar memaksimalkan dengan baik amanah sesuai tupoksi masing-masing. Kedua TGUPP ini dibentuk dan digaji oleh negara melalui APBD Provinsi Sulsel wajib mempertanggung jawab dan membantu Plt Gubernur.

“Harus mempertanggungjawabkan tugasnya, dan bagaimana hasilnya, karena mereka digaji oleh negara melalui honor dari keahliannya membantu Andi Sudirman di Pemprov Sulsel,” kata Ramzah saat di temui salah satu mall di kota Makassar, Rabu (12/1/2022) sore.

Dengan adanya staf ahli, jajaran dinas dan ditambah dari TGUPP ini, sambung Ramzah, Andi Sudirman dapat membuktikan bagaimana pembangunan di Sulsel makin baik kedepannya. Ia menambahkan, Andi Sudirman tidak perlu dikasihani meskipun selama ini tunggal dan pengalaman di pemerintahan belum banyak, karena seyogyanya banyak dibelakangnya membantu.

“Ada yang mengatakan kasihan kepemimpinannya (Andi Sudirman), kalau saya justru tidak perlu dikasihani, dengan fasilitas yang ada disediakan, semestinya kinerja makin baik kedepan dan pembangunan di Sulsel juga makin tumbuh,” pungkasnya.

Jangan Ada Manfaatkan Kedekatan untuk Intervensi

Ramzah menambahkan bahwa Andi Sudirman harus mampu menujukan bahwa di “tangannya” menciptakan good governance atau pemerintahan yang bersih juga transparan. Kedua, katanya harus bebas dari intervensi dari pihak manapun yang akan mengganggu proses pemerintah yang bersih dan transparan dari Andi Sudirman.

“Tentu kejadian Pak Nurdin tersandung soal hukum, menjadi pelajaran dari pemerintah Pak Andi Sudirman. Beliau ini perlu konsisten manjalankan pemerintah bersih, transparan. Tanpa ada pihak-pihak mengintervensi, termasuk orang dekatnya, yang mau memanfaatkan ini. Karena akan merusak citra Andi Sudirman dan jika kerap ada yang terbiasa mengintervensi sebaiknya hentikan cara itu, karena Andi Sudirman cukup dikenali sangat religius,” jelas Ramzah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan