LDK SMA Islam Athirah Makassar 2026: Cetak Pemimpin Tangguh, Lincah, dan Berkarakter Islami

Makassar, Experience — SMA Islam Athirah Makassar resmi menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) untuk mencetak generasi pemimpin masa depan yang berkarakter unggul.

 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Kamis hingga Jumat, 06–07 Agustus 2026, dipusatkan di Auditorium Sekolah Islam Athirah Makassar. Pada tahun ini, panitia mengusung tema besar “Cultivating Resilience, Agility, and Flexibility in Faith and Action”.

Tema tersebut dipilih secara khusus untuk merespons dinamika zaman yang terus berkembang pesat. Melalui tema ini, para siswa didorong untuk mengolah jiwa kepemimpinan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan (resilience), kelincahan (agility), dan keluwesan (flexibility) yang berakar kuat pada nilai-nilai keimanan serta diwujudkan dalam aksi nyata.

Pelaksanaan LDK diawali dengan acara pembukaan yang penuh khidmat pada Kamis pagi. Hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan SMA Islam Athirah Makassar, para guru, Pembina OSIS, serta seluruh peserta yang terdiri dari pengurus organisasi siswa dan calon pemimpin muda SMA Islam Athirah Makassar.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Kepala SMA Islam Athirah Makassar, Bpk. Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini.

Beliau menekankan bahwa LDK merupakan momentum krusial dalam perjalanan pembentukan karakter peserta didik di lingkungan Sekolah Islam Athirah.

Menurutnya, wadah ini dirancang khusus untuk menggembleng mental serta kapasitas kepemimpinan siswa sebelum mereka terjun mengemban amanah di organisasi maupun masyarakat.

“Seorang pemimpin hebat tidak lahir secara instan, melainkan ditempa melalui proses belajar, latihan, dan pengalaman yang berkesinambungan.

Lewat LDK ini, kami ingin memastikan bahwa siswa-siswi SMA Islam Athirah Makassar siap menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan, serta selalu siap menjadi teladan bagi sesamanya,” ujar Tawakkal Kahar.

Ia juga menambahkan bahwa kepemimpinan di SMA Islam Athirah bukan sekadar tentang memberikan perintah atau memegang jabatan, melainkan tentang bagaimana melayani dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan LDK ini secara resmi dibuka oleh Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah, Bpk. Dr. Patris Hasanuddin, S.Pd., M.Pd., beliau memberikan orasi ilmiah dan pengarahan yang membakar semangat para peserta.

Dalam sambutannya, Dr. Patris Hasanuddin menggarisbawahi pentingnya menyelaraskan antara kemampuan adaptasi zaman dan keteguhan prinsip keagamaan.
“Dunia saat ini menuntut kita untuk bergerak cepat, responsif, dan fleksibel.

Namun, fleksibilitas tanpa fondasi iman yang kuat akan membuat seseorang mudah goyah dan kehilangan arah. Oleh karena itu, konsep Resilience, Agility, and Flexibility in Faith and Action menjadi kunci utama.

Pemimpin masa depan harus lincah membaca peluang dan mampu beradaptasi dengan era digital, namun tetap teguh memegang teguh akidah, etika, dan nilai-nilai Islam dalam setiap tindakan yang diambil,” tegas Patris Hasanuddin.

Setelah prosesi pembukaan, para peserta langsung disuguhkan serangkaian materi pembekalan yang dirancang secara sistematis dan terpadu.

Selama dua hari pelaksanaan, terdapat tiga materi pokok yang menjadi pilar utama pembekalan LDK kali ini, yaitu:

1. Public Speaking Materi ini dirancang untuk mengasah kemampuan komunikasi para peserta. Siswa dibimbing untuk mampu menyampaikan gagasan secara jelas, sistematis, persuasif, dan percaya diri di depan publik. Selain teori, para peserta juga langsung mempraktikkan teknik olah vokal, bahasa tubuh, serta penyusunan struktur presentasi yang menarik dan berbobot.

2. Etika dan Karakter Seorang Pemimpin Islami Sesi ini menjadi ruh dari seluruh rangkaian LDK. Para peserta diajak untuk menggali nilai-nilai keteladanan dari Rasulullah SAW sebagai sosok pemimpin terbaik sepanjang masa. Materi ini menekankan pentingnya integritas, kejujuran, kerendahan hati, serta rasa tanggung jawab dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

3. Team Work dan Problem Solving Kepemimpinan tidak lepas dari dinamika kelompok dan tantangan yang komplek. Dalam materi ini, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pentingnya kolaborasi, pembagian peran yang efektif, serta saling menghargai perbedaan pendapat dalam sebuah tim. Selain itu, siswa juga dibekali dengan metode analisis masalah yang kritis dan pembuatan keputusan yang tepat di bawah tekanan.

Guna memastikan pemahaman materi berjalan maksimal, panitia tidak hanya menyajikan metode ceramah satu arah. Kegiatan LDK ini dikemas dengan pendekatan interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi studi kasus, permainan peran (role playing), serta kegiatan dinamika kelompok (outbound indoor). Hal ini membuat suasana di Auditorium Sekolah Islam Athirah Makassar senantiasa hidup dan dipenuhi antusiasme tinggi dari para peserta.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang berlangsungnya acara. Para siswa tampak aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi secara kritis, dan bekerja sama menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan oleh para pemateri.

Dengan dilaksanakannya kegiatan LDK selama dua hari ini, SMA Islam Athirah Makassar berharap dapat melahirkan kader-kader pemimpin baru yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, pemikiran yang kritis, serta kepribadian yang matang.

LDK 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para siswa untuk membawa perubahan nyata, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat di masa depan.(*)

Editor//Experience//Online//Hasim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan