Menteri Kebudayaan Siapkan Revitalisasi Benteng Somba Opu, Penyambungan Benteng Terputus 500 Meter Jadi Prioritas

Gowa, Experience – Kementerian Kebudayaan RI tengah menyiapkan program revitalisasi Benteng Somba Opu di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Salah satu fokus utama dalam rencana tersebut ialah menyambungkan kembali bagian benteng yang terputus sepanjang kurang lebih 500 meter.

 

Hal itu terungkap dalam kunjungan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meninjau kawasan cagar budaya Benteng Somba Opu dan Museum Karaeng Pattingalloang di Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Minggu (12/7/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi kawasan sekaligus membahas langkah pelestarian dan revitalisasi salah satu situs sejarah terpenting di Sulawesi Selatan.

Kawasan Benteng Somba Opu dan Museum Karaeng Pattingalloang merupakan satu kesatuan kawasan cagar budaya yang menjadi saksi kejayaan maritim, pertahanan, serta perkembangan intelektual Kesultanan Gowa-Tallo pada abad ke-16 hingga ke-17.

Bacaan Lainnya

Terletak di delta Sungai Jeneberang dan berbatasan langsung dengan Kota Makassar, kawasan tersebut dikembangkan sebagai kompleks eduwisata budaya yang memadukan nilai sejarah, edukasi, dan pelestarian budaya Sulawesi Selatan.

Dalam peninjauan itu, Fadli Zon menelusuri sejumlah bagian benteng, museum, serta kompleks rumah adat yang merepresentasikan keragaman budaya Sulawesi Selatan.

“Ini merupakan benteng yang sangat penting dalam sejarah dengan luas sekitar 35 hektare. Di kawasan ini juga terdapat rumah-rumah adat dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan sehingga menjadi semacam miniatur kebudayaan Sulawesi, mulai dari Bugis, Makassar, Mandar, Toraja hingga berbagai subkultur lainnya,” kata Fadli Zon.

Ia menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar menjadi pusat kegiatan kebudayaan, namun masih memerlukan revitalisasi secara menyeluruh.

“Kita harapkan pemanfaatannya semakin optimal sehingga lebih banyak masyarakat datang untuk mengikuti kegiatan budaya, festival, mengunjungi museum, maupun memanfaatkan taman budaya,” ujarnya.

Fadli menambahkan, Kementerian Kebudayaan tengah menyiapkan peta jalan revitalisasi Benteng Somba Opu sebagai langkah awal pengembangan kawasan. Upaya tersebut juga akan didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kebudayaan.

Menurut Fadli, keberhasilan revitalisasi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas budaya, dunia usaha, filantropis, seniman, hingga budayawan.

Sekda Sulsel, Jufri Rahman menilai kunjungan tersebut mempertegas komitmen pemerintah untuk menghidupkan kembali Benteng Somba Opu sebagai pusat pelestarian sejarah, ruang edukasi, sekaligus destinasi budaya yang semakin menarik bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik komitmen Kementerian Kebudayaan dalam merevitalisasi kawasan benteng agar semakin berfungsi optimal sebagai ruang edukasi dan pusat kegiatan kebudayaan,” ujar Jufri Rahman.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Mirna, mengatakan Benteng Somba Opu merupakan situs peradaban bersejarah yang memiliki arti penting bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Kawasan tersebut juga menjadi rumah bagi deretan rumah adat yang merepresentasikan etnis-etnis besar serta 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk menuntaskan revitalisasi Benteng Somba Opu secara bertahap sesuai kewenangan masing-masing,” pungkas Andi Mirna. (*)

Editor//Experience//Online//Hasim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan