Maros,Experience — Sampah menjadi polemik setiap desa, untuk mengurangi sampah perlu dipikirkan bagaimana alternatif penanganannya. Oleh karna itu pada tabggal 21-22 Oktober 2023 Kepala Desa Pattiro Deceng, Kec. Camba, Kab. Maros beserta rombongan sebanyak 40 orang melaksanakan Studi Tiru Pengelolaan Sampah baik Organik maupun An Organik (Eco Enzym dan Ecobrick). Sabtu, 21 Oktober 2023 berkunjung ke komunitas Eco Enzym di Makassar di kediaman Dr Ririn dan Pak Fajar, Lurah Baru, Kota Makassar belajar dan prakter langsung tentang Eco Enzym, setelah dari makassar melanjutkan perjalanan ke Perpustakaan Pondok Ilmu, Desa Mamampang, Kec. Tombolo Pao, Kab. Gowa untuk belajar dan praktek langsung tentang Ecobrick, Minggu 22 Oktober 2023.
Eco Enzym adalah fermentasi limbah organik dapur selama 3 bulan menjadi bahan yang banyak manfaat untuk alam dan manusia.salah satu sampah yg paling banyak dihasilkan adalah sampah organik sehingga Eco Enzym adalah salah satu cara untuk mengurangi penumpukan dan pembusukan sampah organik.
Ecobrick adalah teknik pengelolaan sampah plastik yang terbuat dari botol-botol plastik bekas yang di dalamnya telah diisi berbagai sampah plastik hingga penuh kemudian dipadatkan sampai menjadi keras. Setelah botol penuh dan keras, botol-botol tersebut bisa dirangkai dengan lem dan dirangkai menjadi meja, kursi sederhana, bahan bangunan dinding, menara, panggung kecil, bahkan berpotensi untuk dirangkai menjadi pagar dan fondasi taman bermain sederhana bahkan rumah.
Abdul Kadir, Kepala desa pattiro deceng menyampaikan kepada rekan awak media bahwa peserta yg kita bawa berjumah 40 orang yang bersal dari warga desa berbagai perwakilan ada dari ibu ibu PKK, organisasi kepemudaan, Dasawisma, pwrwakilan tiap sekolah, Kader Posyandu ,pak RT dan Pak Dusun
, harapannya semoga ilmu yang didapatkan bisa disebarluaskan kepada komunitas masing masing dan juga merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa untuk menekan persoalan sampah, minimal kita bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan sendiri, tambah kadir sapaan akrab kepala desa Pattiro Deceng.
Alhamdulillah pantauan kami setelah 10 hari dari studi tiru ini beberapa warga dan Sekolah sudah mengelolah sampahnya sendiri baik organik maupun an organik.(*)
Editor//Experience//Online//Hasim.








