SD Negeri Borong Rayakan Hari Kebudayaan dengan Penguatan Profil Pelajar Pancasila

SULSELEXPERIENCE.COM,MAKASSAR-Hari Kebudayaan Kota Makassar ke-4, tahun ini, dirayakan secara berbeda di SD Negeri Borong, Jumat 1 April 2022. Ada pentas bersama SD Negeri Borong dan SD Inpres Borong, yang memang berada satu kompleks.

Kedua sekolah yang berada di Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala itu, memanfaatkan panggung yang menyatu dengan lapangan upacara sebagai arena pertunjukan. Anak-anak tampil dalam balutan busana daerah sambil bernyanyi, menari dan memperagakan permainan tradisional anak.

“Seru, anak-anak tampil menari gandrang bulo setelah upacara bendera,” ujar Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd.

Saat upacara bendera, kepala sekolah yang akrab disapa Bu Indri itu, membacakan sambutan seragam Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. Dalam sambutannya, walikota menyampaikan bahwa secara filosofis, Hari Kebudayaan mencerminkan keberagaman budaya dari berbagai etnis di Kota Makassar. Warna-warni budaya itu merupakan wujud kekuatan, keberagaman, kebersamaan dan kepedulian dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan secara utuh.

Selain pentas bersama dengan SD Inpres Borong, juga ada penampilan spesial murid-murid kelas 1 dan kelas 4 dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bertema “Melestarikan Budaya dengan Nilai-nilai Kearifan Lokal”, tahun ajaran 2021-2022.

Bacaan Lainnya

Kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila itu menampilkan ragam budaya Sulawesi Selatan, mulai dari lagu, tarian, busana, permainan tradisional, hingga penganan khas daerah. Tarian yang ditampilkan, antara lain tari gandrang bulo dan tari pakarena. Ada pula penampilan anak-anak bersama ibunya saat fashion show.

Neny Wahyuni, S.Pd, guru kelas 1B mengungkapkan, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini sudah berjalan sejak bulan Januari 2022, tapi dalam rangka Hari Kebudayaan, persiapannya dilakukan selama dua minggu terakhir. Bu Uni, begitu dia biasa disapa, terlihat antusias melatih, sehari sebelum kegiatan, untuk memastikan kesiapan anak-anaknya tampil.

Anak-anak juga terlihat gembira bisa tampil bersama teman-temannya. Anindya Fauziah Putri, kelas 1A, yang ikut tampil membawakan lagu Mars Profil Pelajar Pancasila, merasa senang bisa ikut bernyanyi. Meski ini penampilan pertamanya, dia mengaku tidak malu bernyanyi di hadapan banyak orang.

Di pengujung pertunjukan, Kepala SD Negeri Borong mengunjungi kelas-kelas melihat sajian kue-kue tradisional yang dibawa, sebagai bentuk partisipasi orangtua. Kue-kue seperti putu cangkir, putu tongka, roko-roko cangkuning, roko-roko unti, onde-onde, bolu, apang, biji nangka, barongko, dan lain-lain diletakkan pada wadah yang dihias.

Sesekali Bu Indri berinteraksi dengan anak-anak, menanyakan nama kue yang ada di wadah tersebut. Ada anak yang bisa menjawab, tapi ada pula yang tidak tahu nama kue tradisional itu. Walau begitu, mereka suka ketika dipersilakan mencicipi kuenya.

Anak-anak yang bersekolah siang juga datang dengan busana daerah dan membawa nampan berisi kue-kue tradisional. Kue-kue itu dibagikan ke pengendara yang lewat di Jalan Borong Raya, yang membentang di depan sekolah.

Momen Hari Kebudayaan juga dimanfaatkan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam Bunda Pustaka untuk merayakan miladnya yang pertama. Bunda Pustaka dibentuk bulan April 2021, sebagai inovasi program guna penguatan Perpustakaan Gerbang Ilmu, yang saat itu akan mengikuti akreditasi perpustakaan sekolah.

Perayaan satu tahun Bunda Pustaka itu ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng. Semua pengurus dan anggotanya hadir. Juga kepala sekolah dan guru-guru SD Negeri Borong, serta pustakawan sekolah, Saparuddin Numa, dan penggiat literasi, Rusdin Tompo. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan