Selama Tahun 2020 Kantor Imigrasi Sulsel Terbitkan 31.124 Paspor

Makassar, Experience – Jajaran Imigrasi Sulawesi Selatan sejak tanggal 2 Januari 2020 sampai dengan tanggal 22 Desember 2020 telah menerbitkan paspor sebanyak 31 124 masing-masing dari Kanim Makassar sejumlah (13.397 paspor biasa dan 1.294 elektronik paspor, masing-masing 48 halaman per 5 tahun), Parepare (10. 175 paspor 48 halaman/5 tahun dan 37 paspor 24 halaman/5 tahun) dan Palopo (6.221 paspor 48 halaman/5 tahun).

Demikian paparan yang disampaikan Dodi Karnida Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan yang didampingi Kakanim Makassar Agus Winarto dan Kakanim Parepare Arief Eka Riyanto dalam Press Release Capalan Kinerja 2020 di Kanim Makassar hari ini Rabu (23/12/2020) melalui Press Release Kantor Imigrasi Sulsel.

Jumlah paspor tersebut diterbitkan pada hari kerja maupun pada kegiatan paspor simpatik untuk masyarakat yang tidak sempat memohon pada hari kerja sehingga kami melaksanakannya pada hari libur Sabtu, Minggu, hari libur Kemerdekaan 17 Agustus dan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Ada Juga penerbitan paspor secara jemput bola dan eazy passport (pelayanan di luar kantor imigrasi) masing- masing Kanim Makassar (2kali di Polteknik Kelautan= 172, 2 kali di Mall Phinisi Point 82, di Gedung Kalla 35 dan 1 kali di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Bantaeng = 22 paspor). Kanim Parepare (2 kali di Mall Pelayanan Publik Barru 30 paspor, 50 paspor di Balal Latihan Kerja Kabupaten Pinrang, dan 2 kali di Mall Pelayanan Publik Wajo masing-masing 30 dan 16 paspor).

Bacaan Lainnya

“Pelayanan paspor di Makassar sendiri terdiri atas Kanim Makassar di daerah Daya dan Unit Layanan Paspor (ULP) di Pertokoan Alauddin yang mungkin akhir tahun 2020 tempatnya akan dialihkan ke tempat yang lebih strategis”. Kata Dodi

Terkait dengan penegakkan hukum keimigrasian, Dodi menyampaikan telah dilakukan Tindakan Administrasi Keimigrasian berupa pendetensian, pendeportasian, pengusulan penangkapan serta penjatuhan biaya beban/denda terhadap 19 orang WNA.

Adapun tindakan tersebut masing – masing Kanim Makassar diantaranya 4 RRT, 2 Malaysia, 2 Rumania dan 1 Papua Nugini, Kanim Parepare 1 Malaysia, 1 Singapura, 1 Philippina, Rudenim Makassar 1 Bulgaria/eks Napi kejahatan skimming ATM dan Kanim Palopo 5 Belanda dikenakan biaya denda keterlambatan memperpajang izin tinggal.

Sebelumnya pada tahun 2019, Kanim Makassar telah mendapatkan penghargaan dari Direktorat Jenderal Imigrasi karena pestasi mempidanakan 13 kasus pelanggaran keimigrasian sehingga menjadi kanim terbaik kedua di Indonesia dalam hal penyidikan pada tahun 2020 ini, tidak ada proses penyidikan karena tidak ada kasus yang patut untuk dipidanakan dan terakhir melakukan pemidaan dilakukan oleh Kanim Makassar pada tahun 2020 kepada Yu Ke 24 tahun seorang perempuan RRT karena melakukan kegiatan membuka usaha perdagangan yang tidak sesuai dengan visa yang dimilikinya. Dia divonis selama 4 bulan penjara denda seratus Juta rupiah subsider 1 bulan dan telah dideportasi pada tanggal 26 September 2020.

Adapun jumlah WNA pemegang izin tinggal pada tanggal 22 Desember adalah sebanyak 604 yaitu pemegang Izin Tinggal (Kunjungan maksimal hari 205, terbatas 12 tahun 382, tetap 17 sedangkan jumlah pengungsi yang sesuai Peraturan Presiden No.125/2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri menjadi tanggung jawab pengawasan dan pendataan Rudenim Makassar adalah sebanyak 1.668 orang yang tersebar pada 22 rumah singgah (community house) dan mereka berasal dari 11 negara diantaranya 5 Afrika dan 6 Asia dengan jumlah terbanyak dari Afghanistan 1.120 arang disusul Somalia (153 orang) dan Myanmar 151 orang dengan total jumlah terdiri atas 1.266 orang laki-laki dan 402 orang perempuan. (“dk).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan