Makassar, Experience.com – Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Athirah 1 Makassar menggelar pesantren kilat bertajuk Athirah Jelajah Ramadan (AJR). Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari mulai 18-21 Maret dan 1 April 2024.
Kepala Sekolah SMA Islam Athirah 1 Makassar Tawakkal Kahar mengatakan bahwa AJR merupakan bentuk penguatan sikap dan prilaku siswa secara spiritual tentang agama islam.
“Athirah Jelajah Ramadan ini sama dengan pesantren kilat kalau di sekolah pada umumnya, yang menjadi agenda rutin tahunan melibatkan siswa-siswi SMA Islam Athirah 1 Makassar. Tujuannya ialah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang ajaran Islam serta memperkuat nilai-nilai relegius di lingkungan sekolah.” ucapnya, Senin (01/4/2024).
Dia mengatakan, dalam kegiatan ini para siswa dibekali dengan materi tentang bagaimana menjadi siswa yang islami, seperti pembelajaran berwudu yang benar, tata cara solat yang benar, bahkan bagaimana menjadi da’i- da’iyah yang baik, itu semua kembali diajarkan di bulan Ramadan ini sehingga berdampak positif terhadap prilaku siswa kedepannya.
Athirah Jelajah Ramadan dilaksanakan selama sepekan (5 hari), ditandai dengan penutupan kegiatan pada hari ini, Senin (01/4/2024), yakni buka puasa bersama serta berbagi santunan kepada anak panti asuhan dan kaum dhuafa.
Tawwakal berharap materi materi yang telah diberikan pada Athirah Jelajah Ramadan dapat membangun sikap spiritual dan prilaku sosial siswa siswi menjadi terarah khususnya kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
“Kami berharap pelaksanaan AJR ini dapat berdampak positif terhadap sikap dan prilaku siswa siswi utamanya kepedulian terhadap sesama.” harapnya.
Sementara, Ketua Badan Musyawarah Jami’ah (BMJ) Sekolah Islam Athirah Makassar Novita Munassar sangat mengapresiasi kegiatan AJR. Melihat tren positif dari tahun ke tahun dirinya berharap AJR tetap dipertahankan oleh pihak sekolah,
“Alhamduliilah karena ini sudah menjadi kegiatan rutin di Sekolah Islam Athirah, jadi banyak hal hal positif yang siswa siswi dapatkan utamanya bertepatan di bulan ramadan sehingga waktunya tidak terbuang percuma.” tuturnya.
“Namanya anak anak harus tetap selalu diingatkan. Nah, di momentum inilah mereka kembali diingatkan bagaimana berwudu yang benar, salat yang benar, berprilaku islam yang baik, serta menjaga mental mereka agar tidak terpapar terhadap dampak negatif perkembangan jaman.” ujarnya.
Menurutnya, konsep pembelajar pada program AJR memberikan ruang kepada siswa siswi yang lebih bebas berinteraksi dan membangun komunikasi dua arah sehingga anak anak juga enjoy menjalani materi yang diberikan.
“Menariknya itu anak anak yang sebelumnya cuek dengan cara wudhu dan salat yang baik, Saya lihat sekarang mereka lebih perhatian bahkan mulai fokus, jadi kegiatan ini semacam charger mengingatkan kembali.” imbuhnya.
“Mewakili orang tua siswa, saya sangat berharap kegiatan ini terus menjadi kegiatan rutin tahunan karena banyak hal hal positif yang diperoleh, utamanya jiwa sosial anak lebih berkembang, mereka lebih peka terhadap keadaan lingkungan baik di sekolah maupun di luar sekolah.” tutupnya.
(Muh. Ilham*)








