Makassar, Experience — SMA Islam Athirah melaksanakan penertiban penggunaan seragam murid pada pekan pertamamasuk sekolah sebagai bagian dari upaya menegakkan kedisiplinan dan membangun karakter sejak awal semester.
Kegiatan penertiban ini dilakukan oleh tim kedisiplinan sekolah dengan melibatkan wali kelas dan dewan guru. Pemeriksaan meliputi kelengkapan dan kerapian seragam, atribut sekolah, sepatu, kaus kaki, serta kesesuaian penggunaan seragam dengan standar tata tertib yang telah ditetapkan oleh sekolah.
Dalam pelaksanaannya, murid yang kedapatan mengenakan seragam yang tidak sesuai dengan standar tata tertib sekolah langsung diberikan konsekuensi berupa kewajiban mengganti pakaian dengan seragam yang sesuai standar.
Konsekuensi ini diterapkan secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan edukatif dan pembinaan, agar siswa memahami pentingnya kepatuhan terhadap aturan sekolah.
Kepala SMA Islam Athirah 1 Makassar, Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa penertiban ini bukan semata-mata untuk mencari kesalahan murid, melainkan sebagai bentuk pembiasaan disiplin sejak dini.
“Melalui konsekuensi langsung yang bersifat mendidik, siswa diharapkan dapat lebih bertanggung jawab dan memahami bahwa tata tertib sekolah adalah bagian dari pembentukan karakter,” ujar Tawakkal.
Selain melakukan pemeriksaan, pihak sekolah juga memberikan edukasi langsung kepada murid terkait standar penggunaan seragam. Wali kelas turut berperan aktif dengan memberikan penguatan di kelas masing-masing serta menjalin komunikasi dengan orang tua apabila ditemukan pelanggaran yang memerlukan perhatian bersama.
Melalui kegiatan penertiban seragam ini, SMA Islam Athirah 1 Makassar berharap seluruh murid dapat menumbuhkan kesadaran untuk berpakaian rapi, sopan, dan sesuai ketentuan. Hal tersebut sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk karakter Islami yang berlandaskan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia, sekaligus menciptakan suasana belajar yang tertib dan kondusif.(*)
Editor//Experience//Online//Hasim.








