Dari Trauma Menjadi Karya Komik Safe Space Gambarkan Semangat Bangkit dan Prestasi Seorang Anak

Makassar, Experience – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, memberikan apresiasi terhadap komik berjudul Safe Space, karya Abizar (nama samaran), seorang anak berusia 13 tahun. Buku setebal 120 halaman itu mengangkat kisah nyata penulisnya saat menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di Sulawesi Selatan.

Kasus yang dialami Abizar turut mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB). Abizar menjadi korban kekerasan dan pemaksaan oleh oknum senior untuk menggunakan rokok elektronik (vape) yang diduga mengandung zat adiktif. Pendampingan kemudian dilakukan sebagai bagian dari sistem layanan terpadu perlindungan perempuan dan anak guna memastikan korban memperoleh penanganan yang cepat, aman, dan berkelanjutan.

Dalam komiknya, Abizar menceritakan perjalanan hidupnya secara jujur, mulai dari dinamika pertemanan, kehidupan keluarga, perjuangan bangkit dari pengalaman kekerasan, mengakui kesalahan, hingga keberanian menghadapi berbagai persoalan. Ia juga mengisahkan pengalaman pribadinya selama menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren, termasuk saat terjebak dalam hubungan pergaulan yang tidak sehat (toxic friendship) akibat tekanan dari lingkungan pertemanan.

Abizar turut menceritakan masa-masa ketika dirinya merasa terpojok dan dihantui rasa takut. Berkat dukungan penuh dari keluarga, ia perlahan mampu bangkit, belajar mencintai dirinya sendiri, serta menemukan ruang aman untuk tumbuh. Kini, ia terus menorehkan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Karya tersebut diperlihatkan langsung kepada Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2026). Abizar hadir didampingi ayahnya bersama Kepala UPT PPA Sulsel, Yessy Yoanna Ariestiani.

Bacaan Lainnya

Jufri Rahman menyampaikan rasa bangga sekaligus memberikan semangat kepada Abizar agar terus berkarya dan menginspirasi anak-anak lainnya. Dukungan tersebut disambut dengan senyum bahagia dari Abizar yang mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan terhadap karyanya.

“Buku Safe Space ini dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai pentingnya perlindungan anak, keberanian menyampaikan pengalaman, dan membangun lingkungan belajar yang aman,” ujar Jufri Rahman.

“Anak ini hebat karena berhasil menceritakan pengalamannya melalui cerita bergambar,” tambahnya.

Menurut Jufri Rahman, buku tersebut mampu menggambarkan pengalaman yang dialami penulis selama berada di lingkungan pesantren. Menurutnya, pengalaman itu dapat menjadi bahan pembelajaran dalam upaya mitigasi agar anak-anak tidak mengalami hal serupa dan lebih berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan.

“Ini bisa menjadi pembelajaran untuk langkah mitigasi, mengajarkan anak kita agar tidak melakukan hal yang sama dan lebih berhati-hati dalam berteman. Buku ini bagus, bahkan layak menjadi bahan bacaan pendamping untuk anak-anak sekolah,” pungkasnya.

Ia menambahkan, pihak pesantren telah mengambil langkah penanganan sesuai kewenangannya karena pelaku masih berstatus anak. Sementara itu, Abizar saat ini mengikuti pembelajaran secara daring dan mulai menunjukkan proses pemulihan.

“Anak ini adalah korban, dan pihak pesantren telah mengambil langkah penanganan sesuai kewenangannya karena pelaku masih di bawah umur. Saat ini masih mengikuti pembelajaran secara daring. Tadi kami terima, dan dia mulai menunjukkan proses recovery (pemulihan). Semoga karyanya menjadi pelajaran berharga bagi banyak anak,” ujarnya.

Kepala UPT PPA Sulsel, Yessy Yoanna Ariestiani, berharap kisah Abizar dapat mendorong lebih banyak anak untuk berani menyampaikan pengalaman yang dialami serta melaporkan apabila menjadi korban kekerasan.

“Kami berharap cerita ini mendorong semakin banyak anak untuk berani speak up (menyampaikan) pengalaman yang dialami serta melaporkan apabila mengalami kekerasan,” tegasnya. (*)

Editor//Experience//Online//Hasim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan