Menu

Mode Gelap
KH Quraish Shihab Akan Hadiri Haul 40th H.Kalla-Athirah How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Akademisi · 12 Agu 2021 WIB ·

FGD LPBI NU Kalsel, UNDP Sokong Dana Bantuan UMKM Perempuan dan Disabilitas


 FGD LPBI NU Kalsel, UNDP Sokong Dana Bantuan UMKM Perempuan dan Disabilitas Perbesar

Kalimantan, Experience – Lembaga Penanggulangan Bencana Dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Kalsel akan menjalankan program pemulihan ekonomi keluarga pasca banjir yang telah melanda Kalimantan Selatan di awal tahun 2021.

Diketahui program tersebut juga di tunjang dengan sokongan dana dari UNDP yang terungkap dalam Fokus Group Discussion (FGD) program Pemulihan ekonomi pasca Bencana bersama stakeholder dan para profesional.

Turut hadir dalam FGD diantaranya perwakilan dari beberapa instansi pemerintah daerah Kabupaten Banjar, pegiat UMKM, serta para aktivis disabilitas pada Kamis, 12 Agustus 2021 di Rattan Inn Hotel Banjarmasin, kemarin.

Manajer Project program Siti Tarawiyah, mengungkapkan bahwa dengan FGD ini, ia berharap mendapat masukan dan saran dari berbagai pihak untuk menjalankan program. Ungkapnya

“harapannya bisa menyinergikan program kegiatan dengan upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah”. Kata Siti Tarawiyah. Sulselexperience.com

program ini akan dijalankan di Kabupaten Banjar. Fokusnya pada pemulihan ekonomi keluarga-keluarga terdampak bencana banjir dengan menyasar pada UMKM yang dijalankan para perempuan serta para penyandang disabilitas. Tandasnya

program ini berdurasi pendek, akan dijalankan hingga akhir September 2021 saja. Arahnya nanti adalah memberikan training pengolahan produk hingga pemasaran. Selain itu, kita juga akan beri support modal dan alat produksi kepada mereka”, kata ibu yang juga menjadi ketua LPBI-NU Kalsel ini.

Para penyandang disabilitas juga menjadi perhatian dalam program ini. Hal ini diungkapkan oleh Abdul Halim dari Inklusia yang menjadi bagian dari pendukung program. “Hambatan yang dimiliki para penyandang disabilitas menjadi kendala untuk mendapatkan akses pekerjaan, karena itu mereka ini perlu dukungan dan pendampingan agar bisa mandiri dan mampu menghidupi dirinya sendiri”, katanya.

Senada Rudi Mulyadi dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkab Banjar, juga menyambut baik program ini. Ia berharap program ini bisa dimanfaatkan oleh UMKM perempuan dengan baik agar mampu meningkatkan kualitas produk serta pemasarannya.

Dirinya juga berharap agar program ini bisa disinergikan dengan program yang sudah dijalankan oleh pemerintah daerah dengan rencana ada 120 UMKM perempuan (kelompok maupun perorangan) yang akan dibina, dengan 25 persen diantaranya adalah para penyandang disabilitas.

Hingga akhir september 2021 nanti akan dilaksanakan 3 kali training; training peningkatan kualitas pengolahan produk, training pengemasan /packing, dan training pemasaran. (*/)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Besok Ada Flash Sale Lagi! Dapatkan Harga Terjangkau Di Global Qurban ACT, Yuk Tunaikan Kurban-Mu Sekarang

23 Juni 2022 - 11:52 WIB

UNIQLO Indonesia Mendonasikan Lebih Dari 10,000 Pakaian Layak Pakai

22 Juni 2022 - 18:41 WIB

Paket Pangan Tepian Negeri Sambangi Mayoritas Mualaf Salukata Kabupaten Pinrang

20 Juni 2022 - 16:13 WIB

TK Islam 1 Makassar Gelar Penamatan Anak Didik di Wisma Kalla

20 Juni 2022 - 14:59 WIB

Fieldtrip, SMP Islam Athirah 1 Makassar Kunjungi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan

20 Juni 2022 - 14:42 WIB

Bina Mental dan Kedisiplinan, 97 SMP Islam Athirah Athirah 1 Makassar Ikuti Pelatihan Bela Negara

20 Juni 2022 - 14:21 WIB

Trending di Utama