Inovasi DIVIF 3 KOSTRAD Dengan BIOS 44DC Berhasil Mengubah Lahan Non Produktif Menjadi Subur Kembali

oleh -31 views
IMG 20211011 https://sulselexperience.com/inovasi-divif-3-kostrad-dengan-bios-44dc-berhasil-mengubah-lahan-non-produktif-menjadi-subur-kembali.html 1 Bҽɾαɳԃα Iɳϝσ Nυʂαɳƚαɾα Inovasi DIVIF 3 KOSTRAD Dengan BIOS 44DC Berhasil Mengubah Lahan Non Produktif Menjadi Subur Kembali 1 Utama Inovasi DIVIF 3 KOSTRAD Dengan BIOS 44DC Berhasil Mengubah Lahan Non Produktif Menjadi Subur Kembali
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

SulselExperience com, Gowa – Divisi Infanteri 3 Kostrad merupakan satuan tempur operasional yang sudah resmi berdiri sejak tahun 2018 di Pakkatto, Kab. Gowa, Sulawesi selatan.

Dalam rencana pembangunan Fasilitas dan Infrastrukturnya, Divif 3 Kostrad seharusnya mencapai angka 100% pada tahun 2024. Namun dengan adanya pandemi Covid 19 di tahun 2019 yang lalu, sehingga pembangunan Divif 3 Kostrad untuk sementara belum dilanjutkan untuk kepentingan Nasional.

Di Lingkungan Madivif 3 Kostrad, sarana perumahan baru mencapai kurang lebih 14%, sedangkan untuk perumahan Satpur jajaran Divif 3 Kostrad baru mencapai kurang lebih 75% dan untuk Satbanpur baru mencapai 50% dari standar.

Dengan kondisi seperti ini, sehingga masih terdapat lahan kosong yang cukup luas yang tentunya tidak produktif apabila tidak dimanfaatkan sampai dengan pembangunan akan dilanjutkan Kembali.

Dihadapkan dengan kondisi saat ini, Panglima Divif 3 Kostrad, Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo., S.I.P, mengambil Langkah untuk memanfaatkan lahan yang tidak produktif di lingkungan Madivif 3 Kostrad dan jajarannya untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan ketahanan pangan khususnya mengahadapi masa pandemi Covid 19 ini. Dengan berbekal pengalaman tugasnya di wilayah yang memiliki kontur tanah yang kurang baik seperti saat menjabat sebagai Danrem 044/ Gapo, tercipta inovasi yang lahir dari tangan dingin TNI yang diharapkan mampu menjawab permasalahan yang dihadapi para petani. Inovasi inilah yang pada akhirnya dikenal sebagai BIOS-44DC yang merupakan perpaduan mikroorganisme yang berfungsi menormalisasi lahan kembali seperti kondisi semula.

Mayjen Kunto beserta jajaran Divif 3 Kostrad memanfaatkan lahan kosong yang ada untuk melaksanakan ketahanan pangan dengan inovasi BIOS-44DC yang secara nyata mampu membantu mengurai tanah yang tandus menjadi lahan subur.

Tidak hanya menyuburkan tanah, BIOS 44DC juga dapat dimanfaatkan untuk usaha pengembangan budi daya perikanan dan peternakan. Dengan adanya temuan yang merupakan hasil kerja keras prajurit TNI AD, masyarakat dari segi ekonomi sangat terbantu. Lahan kritis atau lahan yang dianggap tidak lagi produktif dapat ditanami kembali dengan tanaman pangan maupun herbal.

“Sekitar 15 Hektar lahan Madivif 3 Kostrad ditanami Singkong dan kurang lebih 1,5 Hektar ditanami tanaman sayur-sayuran seperti cabai, tomat, seledri, pare, terong, bawang, kubis, selada, sawi dan gambas, semua kita Kelola dengan memanfaatkan BIOS-44DC”, terang Mayjen Kunto.

Lebih lanjut Panglima Divif 3 Kostrad menyampaikan,”bukan hanya di Madivif 3 Kostrad, satuan jajaran yang di luar Madiv seperti jajaran Brigif Raider 20/IJK yaitu Yonif R 754/ENK dan Yonif R 755/Yalet juga kita arahkan untuk memanfaatkan lahan yang tidak produktif untuk ditanami tanaman yang konsumtif”.

Dengan berbekal BIOS-44DC, satuan Yonif R 755/Yalet mampu mengolah kurang lebih 1 hektar lahannya dengan menanam tanaman cabai, buncis, kol, pepaya, terong dan bawang. Bahkan satuan Yonif R 754/ENK sendiri, sudah berhasil memanen tanaman Melon dan Semangka di lahan seluas 7500 m².

Disamping ketahanan pangan sebagai program Nasional, BIOS 44DC sepenuhnya mendukung dan mengoptimalkan potensi herbal saat pandemi Covid 19 melanda berbagai daerah di Indonesia. Divisi Infanteri 3 Kostrad pun jelas Mayjen Kunto memanfaatkan BIOS 44 DC pada lahan kosong agar bisa ditanami tumbuhan sejenis herbal seperti nilam yang memliki banyak kegunaan.

Upaya dalam rangka peningkatan potensi lahan merupakan salah satu wujud nyata peran dan kontribusi TNI di masa pandemi sehingga ketersediaan pangan dan bahan-bahan herbal dapat dioptimalkan untuk meningkatkan imun dan ketahanan tubuh disamping bermanfaat bagi prajurit guna ketahanan pangan berkelanjutan dan bermanfaat bagi lingkungan satuan.

 

 

 

(Pandiv3/U Nai)