Makassar, Experience — Fakultas Hukum Universitas Islam Makassar kembali menggelar kegiatan bakti sosial (Baksos Ramadhan) dengan mengusung tema “Kemuliaan Ramadhan Bersama” pagelaran bakti sosial yang bertujuan untuk memberikan dedikasi sebagai mahasiswa kepada masyarakat.
Bakti Sosial ini setiap tahunnya merupakan kegiatan sosial yang dilakukan untuk mendidik mahasiswa agar lebih peduli dengan kondisi lingkungan khususnya pada anak-anak yatim yang masuk ke dalam klasifikasi orang-orang yang membutuhkan.
Diketahui giat bakti sosial terselenggara tepat 13 April 2023 dihari ke 22 Ramadhan di Panti Asuhan Nurul Akbar Kompleks Btn Hamsi, Jl. Perintis Kemerdekaan 3 No.24, Tamalanrea Indah, Kota Makassar.

“Bakti sosial (BAKSOS) merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Mahasiswa Fakultas Hukum UIM setiap tahunnya, yang tentunya menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar” Ujar Dekan FH-UIM, Prof. Muh. Yunus Idy, S.H., M.Hum.
“Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Angkatan 2022. Dan kami dari Fakultas Hukum Universitas Islam Makassar menjadikan ini adalah salah satu kegiatan wajib pada mata kuliah kokurikuler II atau memasukkan kegiatan ini dalam SKS mahasiswa di semester 2” Sambutan dari Wakil Dekan 3 FH-UIM Bapak Andi Arfan Sahabuddin, S.H.,M.H.
Tahun ini bakti sosial (BAKSOS) diikuti 44 mahasiswa dengan berbagai rangkaian kegiatan yang diikuti oleh setiap mahasiswa dengan baik, dari mempersiapkan sembako, bergotong-royong bersama-sama, dan masih banyak kegiatan yang memberikan banyak pembelajaran dan pengalaman berharga untuk seluruh mahasiswa, karena pada kegiataan ini mahasiswa turut serta dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
Para pengurus menyambut baik kegiatan bakti sosial ini.
Sementara itu dilihat dari antusias pengurus panti asuhan Nurul Akbar yang menyambut baik para penggerak Baksos membuat suasana pada rangkaian kegiatan jadi nampak tumbuh kebersamaan.
“Dengan diadakannya kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan oleh para mahasiswa setidaknya menjadi bukti bahwa misi perguruan tinggi tidak hanya bersifat akademis semata.” Ujar pengurus Panti Asuhan
Lanjut menurutnya bahwa perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan juga harus mendorong para mahasiswanya memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Selain itu sebagai pembelajaran mahasiswa dalam bermasyarakat dan sekaligus mengaktualisasikan potensi diri masing-masing. (Putri Fitricyah /Angkatan 2022)








