Miris! Dari Tahun 2014 Belum Diperbaiki, Warga Sunu 4 Keluhkan Lorongnya

Makassar, Experience – Jalanan masuk di Sunu 4 Kelurahan Suangga Kecamatan Tallo masih rusak parah dan berlubang-lubang. Padahal, lorong lain sudah di perbaiki.

 

Hal itu diungkapkan langsung oleh salah seorang warga Sunu 4 Kelurahan Suangga Kecamatan Tallo yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, bahwa lorong ini tidak tahu kenapa sampai sekarang belum diperbaiki.

“Setahuku juga, dari tahun 2014 ji ini sampai sekarang belum diperbaiki. Padahal, lorong lain sudah baik bahkan di aspal. Coba kita jalan-jalan ke Sunu 1, Sunu 2, Sunu 3 itu semua sudah mulus mi jalan masuknya,” ucapnya kepada wartawan, Minggu, (14/5/2023).

Ia juga meminta agar pemerintah setempat dapat baik dari pak lurah Suangga dan pak camat Tallo untuk meninjau langsung ke lokasi.

“Kami berharap agar pak camat atau pak lurah Suangga lebih memperhatikan ini dan mengecek langsung ke lokasi Sunu 4 Kelurahan Suangga Kecamatan Tallo,” harapnya.

Sebelumnya, Muh Amri Akbar Kabid Sosial dan Budaya Bappeda kota Makassar yang memimpin Musrenbang Kelurahan Suangga mengatakan, bahwa Musrenbang Kelurahan merupakan proses musyawarah masyarakat tentang pembangunan dilingkungan Kelurahan yang di laksanakan guna untuk mendapatkan suatu kesepakatan di antara masyarakat di setiap daerah yang akan di adakan pembangunan.

Forum ini melibatkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi meraka, dalam proses pembangunan yang akan di laksanakan tentang bagaimana yang seharusnya dilakukan pemerintah serta sebaliknya yang harus dilakukan masyarakat dalam pembangunan yang akan dilaksanakan.

“Dan tentu dengan hasil yang disepakati dari RT,RW, di Musrenbang Kelurahan nantinya akan ditingkatkan ke Musrenbang kecamatan. Dan pastinya akan membuat program-program prioritas yang menjadi usulan kebutuhan masyarakat Suangga,” ucapnya.

Karena, menurut Amri Akbar, mempunyai keterbatasan anggaran untuk memilah-milah program yang menjadi kebutuhan masyarakat karena keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Tentunya, dengan APBD yang terbatas artinya, tidak bisa tercover semua. Akan tetapi, memilih program yang menjadi prioritas bagi kebutuhan masyarakat Suangga,” jelasnya.

Musrenbang Kelurahan Tahun 2022 dan dipilah sesuai prioritas dan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu, kelompok Infrastruktur, Sosial Budaya dan Perekonomian. Usulan yang sudah tersusun sesuai kelompok, dilanjutkan dengn survey ke lokasi untuk mencari data yang akan ditabulasi dan dituangkan ke dalam Laporan Musrenbang Kelurahan Tahun 2022 yang nantinya diusulkan pada Musrenbang Kecamatan dan Perencanaan dana DAU Tahun Anggaran 2022. (Cdt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan