Bone,Experience – Setelah libur Idul Fitri 1444 H, tanggal 2 Mei 2023, SMA Islam Athirah Bone kembali memulai aktifitas pendidikan. Aktiftas dimulai dengan melaksanakan Halal Bi Halal yang dilaksanakan di Masjid Fatimah Kalla dan dihadiri oleh seluruh guru, karyawan, pembina asrama, dan siswa Sekolah Islam Athirah Bone.Sulselexperience
Hari pertama sekolah kali ini yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional memang cukup berbeda, karena proses pembelajaran di kelas belum dilaksanakan. “Meskipun proses pembelajaran di kelas belum aktif, namun kegiatan siswa dari sejak Subuh hingga pukul 15.30 nanti sudah terjadwal dan dinilai sebagai sebuah proses belajar anak-anak”, terang Andi Reski Citra Rahmayani, S.Pd., selaku Wakasek Kurikulum SMA Islam Athirah Bone.
Pada pembukaan Halal Bi Halal, Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah 3, Syamsul Bahri, S.Pd.I., Gr., M.Pd. mengawali sambutannya dengan memantik semangat seluruh siswa setelah kurang lebih dua puluh hari menikmati masa liburan di rumah. “Taqoballahu Minna Wa Minkum, meskipun terlambat namun tetap saya sampaikan agar segala aktifitas ibadah kita selama bulan Ramadhan tahun ini diterima Allah SWT. Jadikan Ramadhan untuk kita meningkatkan kualitas keimanan. Di kesempatan kali ini, saya juga mengucapkan selamat datang kembali di sekolah Islam Athirah Bone. Semoga kita kembali datang dengan membawa niat untuk sama-sama berjuang, melipatgandakan semangat, karena Ananda punya target-target belajar yang harus dikejar.”
Halal Bi Halal pun dilanjutkan dengan tausiyah yang dibawakan oleh H. Tasman, Lc., guru Pendidikan Agama Islam SMP Islam Athirah Bone. “Sebenarnya istilah Halal Bi Halal tidak dikenal dalam bahasa Arab. Istilah Halal Bi Halal sendiri dicetuskan pertama kali oleh Ir. Soekarno pasca diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia setelah dijajah Belanda. Hal ini ditempuh untuk merekatkan bangsa dan dilaksanakan minimal dua kali dalam setahun yaitu pada Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Namun jika merujuk pada salah satu ayat di surah Thaha, Halal Bi Halal ini bisa dikatikan dengan perintah Allah SWT kepada Nabi Musa AS. untuk bertemu dengan Fir’aun. Dari ayat tersebut bisa disimpulkan bahwa Halal Bi Halal berarti mengurai yang kusut, menyambung yang terputus, dan mencairkan yang beku. Sehingga dengan momen ini, kita bisa mengurai segala salah, iri, dengki, dan dosa-dosa kepada sesama manusia dengan saling bermaaf-maafan. Kesalahan terhadap sesama manuisa tidak ada hubungannya dengan Alllah SWT, sehingga jika kita memiliki salah kepada seseorang, segeralah meminta maaf langsung kepadanya.”
Lebih lanjut, lulusan Al Azhar Kairo tersebut menjelaskan bahwa setelah berpuasa selama sebulan penuh di bulan suci Ramadhan, hendaknya kita menjadikan bulan Syawal sebagai bulan peningkatan kualitas ibadah yang telah kita lakukan. “Kita ditempa selama bulan Ramadhan, sehingga umat muslim sejatinya dapat meningkatkan iman, amal, dan ilmu mereka. Di bulan suci Ramadhan kita melaksanakan berbagai macam ibadah untuk memperbaiki iman, kita memperbanyak sedekah untuk mendulang amal, dan kualitas ilmu kita meningkat karena banyak mendengar ceramah Ramadhan. Semua itu perlu kita jaga dari sejak Syawal sampai kita bertemu di Ramadhan berikutnya.”
Halal Bi Halal yang berlangsung selama satu setengah jam ini pun ditutup dengan seluruh warga Sekolah Islam Athirah bersalam-salaman. Semoga kita semua kembali suci dan menjadi pribadi yang lebih baik serta bisa bertemu kembali pada Ramadhan 1445 H. (Eva Rukmana-Web Athirah 3)








