Makassar, Experience – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menekankan pentingnya menjaga fokus, disiplin, dan konsentrasi selama mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.
Pesan tersebut disampaikan Jufri Rahman saat bertindak sebagai pembina upacara pada pembukaan pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka Provinsi Sulsel di Aula Wisma Kusudarsini Amiruddin, Jalan Masjid Raya, Makassar, Kamis (6/8/2026).
Dalam amanatnya, Jufri mengingatkan para calon anggota Paskibraka agar memanfaatkan masa pemusatan pendidikan dan pelatihan dengan sebaik-baiknya serta mengikuti seluruh proses pembinaan, termasuk arahan dan ketegasan para pelatih.
Menurut Jufri Rahman, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan mempersiapkan kemampuan teknis dalam pengibaran bendera, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan para peserta.
Hal itu sejalan dengan Peraturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 3 Tahun 2022 yang menitikberatkan pembinaan Paskibraka pada tiga pilar utama, yakni pembelajaran aktif untuk memperkuat pemahaman Pancasila, wawasan kebangsaan, dan kemampuan berpikir kritis; pelatihan fisik, disiplin, dan baris-berbaris guna membentuk mental serta ketahanan fisik; serta pengasuhan untuk menanamkan etika, tanggung jawab pribadi, dan karakter luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat karakter dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Sekda Sulsel juga mengajak para peserta untuk merenungkan perjuangan para pendiri bangsa dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.
“Renungkanlah semangat juang yang telah berhasil mewujudkan cita-cita bangsa menuju puncak kemerdekaan, yaitu Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945,” ujarnya.
Jufri Rahman juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
“Saya berharap agar jadilah teladan di mana pun anak-anakku berada dan selalu berpegang teguh pada nilai-nilai empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkasnya. (*)
Editor//Experience//Online//Hasim.








