Wakil Rektor IV UMI jadi Narasumber Metode Dakwah Kekinian di Hadapan 500 Mahasiswa Profesi Dokter FK UMI

Makassar, Experience – Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, tampil sebagai narasumber utama dalam Pelatihan Da’i dan Da’iah Mahasiswa Profesi Kedokteran yang digelar di Auditorium Aljibra, Kampus dua UMI, Sabtu (2/8/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 500 mahasiswa program profesi dokter, spesialis Obgin, dan pengurus lembaga mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI.

Dalam pemaparannya, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad menyampaikan materi bertema “Metode Dakwah di Era Kekinian”, yang menekankan pentingnya mahasiswa kedokteran memahami pendekatan dakwah yang adaptif, kontekstual, dan berbasis nilai-nilai kemanusiaan.

“Seorang dokter muslim bukan hanya penyembuh jasmani, tetapi juga penyampai nilai-nilai kebaikan. Dakwah hari ini menuntut kita menyampaikan Islam dengan cara yang bijak, santun, dan relevan dengan tantangan zaman,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya dakwah bil hal dalam profesi kedokteran, yaitu berdakwah melalui keteladanan dalam pelayanan, etika, dan akhlak.Ia berharap mahasiswa FK UMI senantiasa belajar terus dan bertransformasi. Selain itu banyak berbagi dan dan memberi manfaat kepada sesama, serta selalu bahagia dalam segala aktifitasnya untuk selamat dunia dan akhirat.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran UMI, Dr. dr. H. Nasruddin Andi Mappawere, Sp.OG, yang menyampaikan sambutan pembuka dan mengapresiasi semangat dakwah mahasiswa profesi kedokteran. Dalam sambutannya semua peserta mengikuti kegiatan ini serius dan ikhlas, agar dapat memperoleh manfaat yang besar, harapnya.

Hadir pula Ketua UPT Pengembangan Karakter dan Dakwah (PKD) UMI, Dr. Andi Darmawangsa, M.Ag, dan Wakil Dekan IV FK UMI, Dr. dr. Rachmat Faisal, Sp.KFR, yang aktif mendukung integrasi nilai keislaman dalam pendidikan kedokteran di lingkungan UMI.

Salah satu peserta, mahasiswa profesi dokter menyatakan antusiasme dan inspirasi yang diperolehnya dari pelatihan ini.

“Kami jadi lebih yakin bahwa menjadi dokter muhsin bukan hanya tentang kompetensi medis, tapi juga tentang membawa nilai dakwah dalam setiap tindakan,” tandasnya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya UMI dalam membentuk karakter “Dokter Muhsin”, yakni pribadi dokter yang unggul dalam keilmuan dan juga berakhlak mulia, serta mampu menjadi agen dakwah di tengah masyarakat. (*)

Editor//Experience//Online//Hasim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan