Makassar, Experience — Rangkaian kegiatan Gerakan Makassar Muslim Friendly Market akan resmi ditutup melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia. Penutupan program tersebut dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap upaya stabilisasi harga pangan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dijadwalkan lokasi kegiatan yang akan dilaksanakan serentak seluruh Indonesia ini digelar di Masjid Nurul Amin, Kapasa Raya Kecamatan Tamalanrea, Rabu, 11 Maret 2026 besok.
Ketua Umum Moslem Friendly Forum (MFF) Zulkarnaen Rahmat Sumakno mengatakan sejak awal program ini memang dirancang sebagai kolaborasi lintas sektor untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menggerakkan ekonomi umat melalui masjid.
“Gerakan Makassar Muslim Friendly Market ini memang kami jalankan bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar dalam bentuk operasi pasar di masjid-masjid. Selama Ramadan, kegiatan ini telah dilaksanakan di 22 titik masjid besar yang tersebar di 10 kecamatan di Kota Makassar,” ujarnya.
Menurutnya, masjid dipilih sebagai pusat kegiatan karena memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas umat. Melalui konsep masjid muslim friendly, kegiatan ekonomi kerakyatan seperti pasar murah dapat langsung menyentuh kebutuhan jamaah.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi berbasis komunitas sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya permintaan menjelang lebaran.

Hal senada disampaikan Kabid Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Rahmaniar. Ia mengakui bahwa kolaborasi dengan komunitas seperti Moslem Friendly Forum sangat membantu pemerintah dalam menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Gerakan Muslim Friendly ini sangat membantu pemerintah, apalagi menjelang lebaran ketika kebutuhan pangan masyarakat meningkat. Partisipasi komunitas menjadi sangat penting,” kata Rahmaniar.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar saat ini memang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk komunitas yang tergabung dalam forum pentahelix pariwisata Kota Makassar, untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan di tengah masyarakat.
Sebagai informasi, Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan program nasional yang digagas pemerintah melalui Badan Pangan Nasional bersama pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat. Program ini dilaksanakan melalui operasi pasar atau bazar pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Biasanya, komoditas yang dijual dalam GPM meliputi berbagai bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, bawang merah, bawang putih, cabai hingga daging ayam. Program ini juga kerap dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah, khususnya menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadan dan Idulfitri, guna menekan inflasi pangan dan menjaga daya beli masyarakat.
Melalui penutupan yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah serentak nasional, diharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial Ramadan, tetapi juga menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan berbasis masjid di Kota Makassar. (*)








