Sulselexperience, Makassar — Kehadiran anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (Anjal Gepeng) di Kota Makassar kian meresahkan, Kamis (25/07/2025).
Di beberapa titik atau perempatan jalan yang cukup ramai, kerap ditemukan anjal gepeng yang beroperasi dengan meminta uang kepada para pengendara bermotor.
Mereka pun cukup kreatif mengubah penampilannya menjadi manusia silver.
Jika sebelumnya, mereka beroperasi menggunakan pakaian badut, saat ini
membaluri sekujur tubuhnya dengan cat silver.
Kehadiran mereka tentu sangat meresahkan pengguna jalan.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Sosial Kota Makassar sebagai leading sektor menyiapkan sejumlah strategi untuk menertibkan para anjal gepeng tersebut.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Zuhur Dg Ranca mengatakan, pihaknya akan mengintenskan patroli di lokasi-lokasi strategis di mana para anjal gepeng kerap beraksi.
“Tujuannya, memberikan dampak psikis ke anjal – gepeng hingga ke manusia silver,” jelasnya, kemarin.
Mantan Kepala Bagian Protokol Kota Makassar itu menambahkan,upaya patroli dilakukan dengan harapan bisa menekan praktik eksploitasi terhadap para anak jalanan.
Pasalnya, dari beberapa kali patroli, pihaknya menemukan kalau ternyata anak-anak tersebut turun ke jalan karena dieksploitasi oleh orang dewasa, bahkan orang tuanya.
Suhur mengakui, ada seorang anak jalanan yang berhasil ditertibkan mengaku sengaja disuruh orang tuanya mencari uang di jalan.
Dalam sehari, sang anak bisa mengantongi uang hingga ratusan ribu.
“Bagaimana mereka tidak tergiur untuk meminta-minta uang di jalan karena memang hasilnya menjanjikan. Jadi upaya patroli rutin akan kami intensifkan dengan harapan dapat menekan praktik eksploitasi dan memutus rantai ketergantungan hidup di jalan,” ungkap Suhur.
Menurutnya, langkah ini tak hanya fokus pada penertiban dan menjaga ketertiban umum, tetapi juga edukasi kepada masyarakat, khususnya pengendara, agar tidak memberikan uang kepada anjal gepeng maupun manusia silver.
“Sosialisasi juga kami lakukan melalui papan imbauan yang dipasang di setiap posko,” tutur Zuhur Dg Ranca.
Selain untuk menjaga ketertiban umum, posko ini juga difungsikan sebagai pusat edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi memberikan uang secara langsung kepada pengemis di jalanan.
Pemkot Makassar mengajak warga mendukung upaya ini dengan menyalurkan bantuan melalui saluran resmi dan lembaga sosial yang terdaftar.
Selain patroli, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar terus memperkuat upaya penanganan anak jalanan, gelandangan, pengemis (Anjal Gepeng), dan manusia silver dengan mendirikan sembilan posko pengawasan di sejumlah titik strategis kota.
Posko-posko tersebut tersebar di kawasan Fly Over, Jalan Pengayoman, Mallengkeri, Pajonga Dg. Ngalle, Sudirman, Sungai Saddang, Masjid Raya, Pintu 1 Unhas, dan Simpang Lima Bandara.
Keberadaan posko ini melibatkan Satpol PP, pemerintah kecamatan, serta pilar-pilar sosial seperti Tagana, TKSK, FPSM, dan Karang Taruna.
Ia menegaskan patroli di sembilan titik tersebut akan diintensifkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, langkah konsisten ini diharapkan memberi dampak psikologis bagi pelaku aktivitas jalanan agar tidak terus-menerus turun ke jalan.
“Patroli akan kami jalankan rutin. Ada tiga titik yang menjadi prioritas pengawasan. Insya Allah, dengan upaya bersama, penanganan anjal, gepeng, dan manusia silver bisa kita selesaikan,” tegasnya.(**)








