Jadi Pemateri Seminar Islam Nasional di Unhas, Ini Kata Wagub Sulsel

oleh -3 views
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Liberalnews.net, Makassar – Wakil gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri seminar islam nasional dengan tema “Spirit Al-qur’an Menegakkan Peradaban Yang Hilang” di Auditorium A. Amiruddin FK Unhas Makassar.

Dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dipercayakan menjadi pemateri dengan mengangkat materi Al-qur’an dan pemerintahan yang beradab.

Wagub Sulsel menjelaskan, bahwa sekarang ini sudah banyak dilingkup pemerintahan yang memakai jilbab dan juga di kepolisian sudah diterapkan oleh para Polisi Wanita (Polwan).

“Saya berterima kasih kepada bapak Kapolri yang telah menerapkan kebebasan dalam melakukan syariah Islam ini, dan kedepannya nanti yang pakai jenggot juga dibolehkan karena ini juga salah satu amalan syariah Islam yang mendapat tuntunan Rasulullah. Hal ini kita bisa lihat bagaimana para pejuang dan pendiri ormas terbesar NU KH Hasyim Asyari dan Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan semua berjenggot,” jelas wagub. Minggu, (11/11/2018).

Untuk itu kata wagub jangan ada lagi instansi yang fhobia dengan hak-hak ummat Islam ini. Pejuang-pejuang kita dahulu juga banyak melakukan salah satu contoh Imam Bonjol, Pangeran diponegoro memakai jenggot juga. Dan dalam riwayat Rasulullah itu memakai jenggot, semua kepribadiannya, tingkah lakunya adalah Sunnah bagi umatnya.

Wagub menambahkan, bahwa bukan berarti dirinya berjenggot akan tetapi ini adalah persoalan sunnah. “bahwa kita harus menghidupkan sunnah dan peninggalan-peninggalan itu kita harus menjadi contoh. Kita harus membedakan antara mengamalkan sunnah dan berfaham radikal atau sesat tapi tentu itu hanya bisa diketahui dengan ilmu” tambahnya.

Sementara itu Budi Handrianto memaparkan materi yang berjudul Islamisasi Sains dan Realisasinya menurutnya, islam adalah sebagai figur artinya kehebatan islam itu berhijab (memakai jilbab) bagi perempuan. Jadi kehebatan islam keleburan islam itu tidak tampak gara-gara kelakuan orang islam yang tidak mengamalkan.

“Setelah Saya meneliti di Eropa Barat, orang yang ragu-ragu terhadap agama 78 persen, yang sah keluar dari agamanya 60 persen, di Amerika yang percaya jika Tuhan itu ada 67 persen artinya yang tidak percaya 37 persen,” papar Budi yang juga Peneliti di Institute for the study of islamic thought dan civilization (Insists) Penulis Buku Islamisasi Sains.

Untuk itu kata Budi menyerukan masyarakat Indonesia harus mengintrospeksi diri.

Sekedar diketahui dalam acara seminar nasional ini di hadiri Wakil ketua MK RI Prof. Dr. Aswanto, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Tamsil Linrung, Wagub Sulsel, Penulis Buku Islamisasi Sains Dr. Ir. Budi Handrianto, dan Dosen Tata Negara FH Unhas Fajlurrahman Jurdi. (*)