Maros Terima 10 Alsintan Baru, Pemerintah Genjot Produktivitas Lima Kecamatan

MAROS,Experience — Upaya memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Maros kembali mendapat dorongan baru. Sebanyak 10 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) diserahkan kepada kelompok tani dari lima kecamatan—Tompobulu, Mandai, Cendrana, Camba, dan Mallawa—sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas produksi pangan. Penyaluran ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya ketahanan pangan nasional.

Penyerahan bantuan berlangsung di Gudang Rice Milling Unit Haji Sahabu, Desa Tenringangkae, Kecamatan Mandai. Kepala Dinas Pertanian Maros, Ancu, menegaskan bahwa dukungan alsintan merupakan langkah strategis untuk mempercepat pengolahan lahan dan meningkatkan daya saing petani.

“Ini bukti nyata keberpihakan pemerintah. Alsintan sangat menentukan percepatan produksi dan pencapaian swasembada pangan,” ujarnya.

Total 90 Alsintan Masuk Maros Sepanjang 2025

Bacaan Lainnya

Tambahan 10 unit ini membuat total bantuan alsintan di Maros sepanjang 2025 mencapai 90 unit. Rinciannya:

65 unit traktor roda dua (TR2)

24 unit traktor roda empat (TR4)

1 unit tambahan lainnya

Dengan jumlah tersebut, pemerintah daerah semakin optimistis target peningkatan produktivitas pertanian dapat dicapai secara berkelanjutan.

Penyaluran Sesuai Regulasi, Bukan Penunjukan

Kadis Pertanian menepis isu adanya penunjukan kelompok tertentu sebagai penerima bantuan. Ia menegaskan bahwa proses distribusi mengacu pada petunjuk teknis Kementerian Pertanian.

“Semua kelompok tani wajib mengajukan proposal. Kami verifikasi berdasarkan potensi, aktivitas, dan kelengkapan administrasinya. Tidak ada penunjukan khusus,” tegasnya.

Gapoktan Limpoccoe Akhirnya Terima Bantuan Setelah Dua Tahun Menunggu

Salah satu penerima, Gapoktan Limpoccoe di Kecamatan Cendrana, menjadi contoh kelompok yang harus bersabar melalui proses verifikasi. Setelah dua tahun mengajukan permohonan, bantuan TR4 akhirnya mereka terima tahun ini.

Ketua Gapoktan, Haji Sahrial, mengungkapkan bahwa traktor baru tersebut akan memangkas waktu pengolahan lahan secara signifikan.

“Selama ini kami pakai traktor kecil, jadi lama. Dengan TR4, pekerjaan lebih cepat dan peluang menambah musim tanam semakin besar,” ujarnya.

Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian petani sekaligus mendorong peningkatan produksi pangan di Maros.(*)

Editor//Experience//Online//Hasim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan