Melalui Festival, Suntory Garuda Ajak Anak-Anak SD di Gowa Jadi Agen Perubahan Lingkungan

oleh -3 views
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

GOWA — Sebagai kelanjutan dari Festival Mizuiku Nasional (FMN) yang digelar 5 Agustus 2020 lalu, Suntory Garuda Beverage (SGB) menggelar Festival Mizuiku Wilayah (FMW) untuk area Gowa Sulawesi Selatan dan Banjarbaru.

Pada FMW Gowa, Sulsel diselenggarakan di dua SD yakni SD Bontomanai Unggulan, dan SDN Limbung Putri, seluruhnya adalah sekolah bersertifikasi Adiwiyata.

Melalui sesi pembelajaran secara virtual yang berlangsung selama 120 menit, total sekitar 250 anak-anak yang dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai kelas, secara interaktif diajak untuk mengetahui proses daur air, mengenal air bersih, serta belajar bagaimana cara menjaga air supaya tetap bersih.

“Mizuiku – Aku Cinta Air Bersih” adalah program berkelanjutan dari Suntory Jepang untuk mempromosikan kesadaran dan pentingnya air bersih kepada anak-anak agar mereka dapat menjadi agen-agen perubahan dalam usaha pelestarian air bersih.

Mizuiku diawali 2004 di Jepang dan hadir di Indonesia pada 2019. Pada tahun kedua ini, Mizuiku menjalin sinergi dengan Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) sehingga mendapatkan dukungan dari sekolah-sekolah yang telah mendapat sertifikasi Adiwiyata.

Ketua DPP HPAI, Sri Nuryati mengatakan HPAI berkomitmen untuk membentuk murid maupun tenaga pengajar, memahami pentingnya air, sebagai sumber daya alam utama bagi kehidupan manusia.

“Kami mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Suntory Garuda Beverage melalui program Mizuiku untuk memberikan pemahaman tentang air bagi kehidupan, sehingga nantinya anak-anak bisa menjadi agen perubahan lingkungan. Kami merasa bangga bisa ikut ambil bagian dalam pelaksanaan FMW dengan mendampingi siswa dan juga bapak dan ibu guru, ” ujarnya, Jumat (28/8/2020).

Sementara itu Ong Yuh Hwang, Chief Executive Officer & President Director, Suntory Garuda Beverage, mengatakan, Sinergi dengan komunitas Adiwiyata di Indonesia menjadi tonggak sejarah yang signifikan bagi program Mizuiku di Indonesia.

“Kami senang karena Mizuiku kini dapat berjalan selaras dengan program Adiwiyata yaitu Program Pendidikan Berbasis Lingkungan Hidup di Sekolah, ” katanya.

“Dengan penyelenggaraan Mizuiku di sekolah-sekolah yang telah bersertifikasi Adiwiyata maka semakin besar pula antusiasme kami bahwa Mizuiku dapat secara mandiri terus berjalan di sekolah-sekolah tersebut. Kami berharap program Mizuiku bisa memperkaya sekolah dalam upaya implementasi pembelajaran tentang
air dan lingkungan, ” tambahnya.

Program Adiwiyata merupakan program nasional yang bertujuan mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya
lingkungan. Sekolah dipilih sebagai tempat pelaksanaan Adiwiyata lantaran sekolah memiliki peran dalam pembentukan nilai kehidupan, khususnya nilai akan kepedulian berbudaya lingkungan hidup.

Berlangsung sejak tahun 2006, program Adiwiyata telah berkontribusi kepada lingkungan dengan pengurangan timbunan sampah, penanaman dan pemeliharaan pohon, pembuatan lubang biopori dan sumur resapan, serta menghemat penggunaan listrik.

Diketahui, Festival Mizuiku Wilayah juga diselenggarakan untuk sekolah-sekolah dasar wilayah Jakarta dimulai 26 Agustus lalu dan kini masih berlangsung, serta Tangerang mulai 29 Agustus besok dan Sidoarjo mulai 2 September mendatang. Total terdapat 18 sekolah Adiwiyata dari enam daerah di Indonesia yang mengikuti FMW, melibatkan sekitar 250 – 600 anak-anak dan guru untuk setiap wilayah.