Pulihkan Ekosistem Pasca-Evakuasi Pesawat ATR 42-500, Tim Gabungan Bersihkan Gunung Bulu Saraung

PANGKEP, Experience – Berakhirnya operasi kemanusiaan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 tidak lantas membuat petugas meninggalkan lokasi begitu saja. Kesadaran akan kelestarian alam menjadi prioritas selanjutnya melalui aksi bersih-bersih besar-besaran di kawasan konservasi Pegunungan Bulu Saraung, Kabupaten Pangkep, Sabtu (24/01/2026).

Personel Polres Pangkep, petugas Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul), bersama warga setempat bahu-membahu menyisir jalur evakuasi guna membersihkan sisa sampah logistik dan material yang tertinggal selama proses pencarian berlangsung.

Kapolres Pangkep
AKBP Muhammad Husni Ramli, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla
menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral. Fokus penyisiran dimulai dari titik koordinat jatuhnya pesawat, jalur lintasan evakuasi, hingga area posko peristirahatan di sepanjang jalur pendakian.

Koordinator kegiatan sekaligus Polisi Kehutanan TN Babul, Yasri, menjelaskan bahwa volume sampah pasca-aktivitas tim gabungan memang cukup signifikan mengingat banyaknya personel yang terlibat selama masa pencarian.

“Kami mengumpulkan sampah-sampah pasca-aktivitas tim gabungan yang jumlahnya luar biasa banyak. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan gunung ini kembali asri dan tidak mencemari ekosistem hutan lindung,” ujar Yasri.

Bacaan Lainnya

Selain itu Kepala Desa Tompobulu
Abdul Kadir Hakim Kades Tompo Bulu mengatakan
Mengingat medan yang ekstrem, pihak desa telah menyiagakan armada angkutan khusus di kaki gunung untuk memindahkan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Hingga saat ini, progres pembersihan menunjukkan hasil signifikan:
* 100 kantong sampah telah berhasil diturunkan ke kaki gunung.
* Sampah didominasi oleh limbah plastik logistik dan sisa material evakuasi.
* Armada angkutan telah mulai bergerak membawa muatan menuju TPA Pangkep.

“Kami masih menunggu sisa sampah lainnya yang sedang dalam perjalanan turun dari puncak. Komitmen kami adalah memastikan seluruh jalur steril dari limbah organik maupun anorganik,” tegas Kades Tompobulu.
Apresiasi dari Masyarakat dan Aktivis
Langkah simpatik ini mendapat apresiasi luas, khususnya dari masyarakat adat dan pegiat lingkungan.

Warga Desa Tompobulu menyampaikan terima kasih karena tim gabungan tetap menjaga kesucian wilayah mereka meski baru saja menyelesaikan misi kemanusiaan yang berat.

Kegiatan sterilisasi jalur ini diprediksi akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Dengan pulihnya keasrian Bulu Saraung, diharapkan keharmonisan antara tugas negara dan kelestarian alam di Sulawesi Selatan tetap terjaga dengan baik.(*)

Editor//Experience//Online//Hasim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan