Siap Pimpin Golkar Sulsel, Syamsul Alam Ajukan Diskresi ke DPP

oleh -2 views
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

SulselExperience.com, MAKASSAR – Korbid DPD I Golkar Sulsel Syamsul Alam Mallarangeng ikut berkompetisi dalam perebutan kursi pucuk pimpinan di Golkar Sulsel pada pelaksanaan Musda Golkar ke X 25 Juli mendatang.

Keikutsertaan Syamsul Mallarangeng tentu punya persiapan dan kalkulasi politik yang matang.

“Selain dorongan dan support teman-teman pengurus tentu keikutsertaan saya atas izin Ketum Pak Airlangga Hartarto,” kata Syamsul Alam Mallarangeng, Senin (20/7/2020).

Apalagi Pak Airlangga Hartarto membuka ruang selebar-lebarnya bagi seluruh kader Golkar untuk ikut berkompetisi maju sebagai bursa calon ketua Golkar Sulsel untuk periode kepemimpinan selanjutnya.

“Pak Ketum orangnya sangat demokrasi, ingin melihat kader-kader Golkar lebih maju. Makanya diskresi yang dikeluar itu memang mereka yang tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri, sama seperti saya ini sudah meminta izin juga dan sementara dalam pengurusan,” ujarnya.

Jadi menurut Syamsul Alam, diskresi yang diberikan DPP itu biasa dan bukan hal yang istimewa, karena siapa pun kader partai yang ingin maju di perhelatan Musda namun tidakemenuhi syarat bisa mendapatkan.

“Jadi semua yang tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri maju di Musda Golkar bisa mengajukan diskresi ke DPP,” terangnya.

Ditempat terpisah, Wakil Ketua Bidang Organisasi Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai mengatakan semua kader yang tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri maju bertarung di Musda Golkar X bisa mengajukan diskresi ke DPP.

“Seperti Pak Supriansah, Pak Syamsul Alam, itu bisa apalagi Pak Ketum juga membuka pintu seluas-luasnya untuk kader yang mau mencalonkan diri maju di Musda,” kata MRP singkat.

Sekedar diketahui, ada sembilan nama yang sudah mengambil formulir mau di Musda ke X Golkar Sulsel.

Mereka adalah, Kadir Halid, Syamsuddin Hamid, Taufan Pawe, Hamka B Kady, Emil Baramuli, Syamsul A Malarangeng, Abdillah Natsir, A Rio Padjalangi, dan Supriansa. (*)