MAKASSAR, Experience – Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Sulawesi Selatan resmi menabuh genderang profesionalisme olahraga domino.
Hal ini ditandai dengan dibukanya kegiatan “Training of Referee” atau Pelatihan Sertifikasi dan Lisensi Wasit yang dipusatkan di Hotel Grand Sayang, Makassar, mulai Minggu (15/02/2026).
Langkah strategis ini diambil untuk menyeragamkan aturan main serta meningkatkan kualitas pengadil di atas meja domino.
Mengingat, domino kini bukan lagi sekadar permainan pengisi waktu luang di pos ronda, melainkan telah bertransformasi menjadi cabang olahraga prestasi yang kompetitif dan terukur.
Ketua Pengprov ORADO Sulsel, Firman Zulkadri, SH, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan tonggak sejarah bagi perkembangan domino di wilayah tersebut. Ia menargetkan para utusan dari 24 kabupaten/kota yang hadir dapat menjadi perpanjangan tangan organisasi dalam menyosialisasikan aturan standar ORADO di daerah masing-masing.
“Kami ingin memastikan setiap turnamen di Sulsel memiliki standar penjurian yang objektif dan berlisensi. Ini komitmen kami membawa domino ke level profesional,” tegas Firman.
Selama dua hari (15–16 Februari), para peserta tidak hanya dicekoki teori regulasi nasional dan etika wasit oleh Pengurus Besar (PB) ORADO, tetapi juga langsung terjun dalam mini kompetisi.
Format ini dirancang agar peserta bisa merasakan langsung dinamika menjadi wasit sekaligus pemain dalam situasi pertandingan nyata.
Pelatihan ini juga menjadi persiapan awal menyambut kalender kejuaraan yang padat di tahun 2026. Berikut adalah rangkaian agenda yang telah disusun:
*Kejurcab (Kabupaten) Akhir Maret 2026 Pasca Lebaran Idul Fitri
*Kejurprov (Provinsi) 4 April 2026 Seleksi tingkat regional
*Kejurnas (Nasional) 11–12 April 2026 Berlokasi di Jakarta
Pertandingan nantinya akan dibagi ke dalam dua kategori usia, yakni Junior (14–18 tahun) dan Umum (18 tahun ke atas), sebagai upaya regenerasi atlet domino di Sulawesi Selatan.
Dengan hadirnya wasit-wasit berlisensi ini, diharapkan sengketa dalam pertandingan dapat diminimalisir, sehingga kualitas kompetisi di Sulsel mampu melahirkan atlet tangguh yang siap berbicara banyak di kancah nasional maupun internasional.” Tutup ketua pengprov ORADO Sulsel.(*)
Editor//Experience//Online//Hasim.








