Begini Kekompakan BTP Ahok dan DPD TeJo Saat Menonton Film A Man Called Ahok di Bioskop XXI

oleh -1 views
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Liberalnews.net, Makassar – Begini keseruan para ‘Barisan Terdepan Pendukung (BTP) Ahok’ se-Sulsel dan DPD Teman Jokowi (TeJo) se-Sulawesi Selatan, untuk menonton Film “A Man Called Ahok” di bioskop XXI Mall Ratu Indah (Mari) di jalan Dr. Sam Ratulangi Raya Makassar, Sabtu, (10/11/2018).

Ketua DPD Teman Jokowi (TeJo) Sulsel Albert mengatakan, bahwa dirinya mengajak seluruh masyarakat Sulsel khususnya Makassar agar menonton film A Man Called Ahok ini.

Menurutnya, film ini sangat menginspirasi sekali. “Utamanya, dalam sistem kedisiplinan, kejujuran, baik dalam lingkungan keluarga maupun di pejabat pemerintahan,” ucap Abe sapaan akrabnya saat ditemui di bioskop XXI Mari.

Abe menambahkan, bahwa ada kata-kata dari bapaknya Ahok dalam film itu yang mengatakan jika ingin memburu seekor harimau hendaklah bersama dengan saudaramu. Karena bagaimanapun kondisimu saudara akan selalu bersama-sama.

“Saya berharap agar film ini dapat ditayangkan lebih lama lagi di bioskop-bioskop dan semakin banyak yang sadar bahwa kewarganegaraan itu tidak terlalu penting tapi yang penting adalah mencintai negara ini,” tandasnya.

Sementara itu Ketua BTP Ahok se-Sulsel, Yerri menuturkan, film ini mengajarkan bagaimana cara memperhatikan orang-orang kecil. Meski dalam kekurangan, dan selagi masih dapat membantu orang lain, dirinya masih membantu orang lain.

“Ahok memiliki kekurangan dan perbedaan yang dimiliki, dia bisa menjadi sosok yang berani walaupun tidak sedikit tantangan yang harus dilalui tetapi dia berani,” ujar Yerri.

Lebih lanjut Yerri mengungkapkan, bahwa kedepannya agar masyarakat memilih pemimpin orang yang jujur, dan peduli terhadap orang kecil, yang tidak hanya mementingkan diri sendiri atau golongan akan tetapi benar-benar hadir untuk semua golongan yang ada.

“Saya berharap agar Indonesia bisa bersatu diatas perbedaan yang ada, jangan biarkan perbedaan itu mencerai-beraikan kita tetapi, benar-benar kita bisa berdiri diatas perbedaan yang ada,” harap Yerri (*)