Makassar, Experience – Jelang Tahun Baru 2021 Gereja Katedral Makassar laksanakan ibadah dengan penuh suka cita. Ibadah ini juga bisa diikuti para jemaat lain lewat Livestreaming.
Pastor Paroki Wilhelmus Tulak dalam kesempatannya mengatakan, para jemaat disarankan untuk ibadah livestreaming mengingat angka penularan virus corona atau Covid-19 Sulsel, khususnya Makassar masih tinggi.
“Jika dalam dua minggu kedepan, setelah itu di evaluasi jika masih tinggi angka penularan di kota Makassar. Maka, dilanjutkan livestreaming. Umat disarankan dilarang ke gereja. Kalau mereka datang pasti berkerumun. Mau tidak mau. Jadi, upaya gereja katolik untuk berusaha menahan diri,” ucap Pastor Wilhelmus Tulak usai pimpin ibadah, Kamis, (31/12/2020).
Pastor Wilhelmus Tulak menambahkan karena, dengan cara itu yang bisa kita buat. Keterlibatan kita dalam mengatasi pandemi covid 19 itu, hanya dengan cara mencegah umat untuk berkumpul.
Terkait adanya tempat-tempat ibadah yang di teror bom, ia juga menyampaikan agar pemerintah secepatnya mengambil tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama demi kepentingan politik.
“Saya sebagai Pastor, sangat menyesalkan jika ada orang yang mengatasnamakan agama demi kepentingan politik. Karena itu yang merusak agama. Karena agama tidak boleh dibawa kedalam rana politik. Apalagi politik yang merebut kekuasaan. Karena, politik yang berkaitan dengan kekuasaan itu kotor,” jelasnya.
“Karena orang kan, bagaimana agar bisa memenangkan pertarungan. Jadi, jika agama dibawa ke rana politik maka agama kehilangan fungsinya. Dan sebenarnya ini yang harus disikapi oleh pemerintah,” terangnya.
Seharusnya, kata Pastor Wilhelmus, jika ingin memenangkan pertarungan politik harus fair bertanding lewat partai politik bukan dengan agama. “Dan saya kira ini, hanya provokasi,” kata Pastor Wilhelmus Tulak.
“Saya kira, umat sekarang ini, semakin cerdas dan semakin menahan diri. Jangan kita mudah diperalat, apalagi dibeli karena sesuatu hal, sehingga menjual komitmen kita kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.
“Saya berharap semoga umat dapat menahan diri terhadap hal-hal yang seperti itu,” harapnya. (*)








