Maros Raih Adipura ke 9, Chaidir Syam: Kado Terindah Masyarakat Butta Salewangang

Jakarta, Experience – Kabupaten Maros kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah paling progresif dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Bupati DR. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H., daerah berjuluk Butta Salewangang ini sukses memboyong penghargaan Adipura 2026.

Piala bergengsi ini menjadi koleksi ke-9 bagi Kabupaten Maros, sekaligus membuktikan bahwa komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian ekologi bukan sekadar slogan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 di Kartika Expo Center, Jakarta, Rabu (25/02/2026). Sulselexperience.com

Seleksi Ketat : Hanya 35 daerah yang lolos capaian tahun ini terasa jauh lebih prestisius dibanding tahun-tahun sebelumnya. Betapa tidak, dari total 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, tim penilai pusat menerapkan standar indikator yang sangat tinggi dan ketat, alhasil, hanya 35 daerah yang dinyatakan layak menerima predikat Adipura, dan Kabupaten Maros salah saru yang berhasil mengamankan posisi di barisan elit tersebut.

Merangkum dari ketatnya seleksi jelas tertegaskan bahwa sistem manajemen sampah dan kebersihan di Maros masih berada di level papan atas nasional.

Bupati Maros, Chaidir Syam, yang hadir langsung menerima penghargaan tersebut, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya yang menurutnya, supremasi di bidang kebersihan ini adalah buah dari kerja keras kolektif seluruh elemen masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, ini adalah kado indah untuk seluruh masyarakat Maros. Adipura ini bukan hanya milik pemerintah, tapi milik setiap warga yang menjaga kebersihan selokan di rumahnya, para petugas kebersihan yang berjibaku sejak subuh, serta sinergi OPD yang tak kenal lelah,” ujar Chaidir Syam dengan nada haru.

Fokus pengelolaan sampah modern sertifikat adipura yang ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Hidup RI ini menjadi legitimasi status Maros sebagai Kabupaten Bersih. Tambahnya

Penilaian tahun ini menitikberatkan pada pengelolaan sampah modern dan keberlanjutan ekosistem sesuai tema nasional: “Kolaborasi Untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)”. Ujar Bupati Maros

Meski telah meraih penghargaan tertinggi, Chaidir Syam juga menegaskan bahwa perjuangan menjaga lingkungan belum usai. Ia berharap trofi ini menjadi stimulus bagi warga untuk menjadikan budaya hidup bersih sebagai gaya hidup permanen.

“Target kita bukan sekadar piala atau seremonial, tapi bagaimana kita mewariskan lingkungan yang sehat dan asri untuk anak cucu kita di Maros kelak,” Tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan