Exeperience.com, Makassar – Prosesi pengambilan sumpah 201 insinyur lulusan Program Studi Program Profesi Insinyur ( PSPPI ), Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia ( FTI UMI ), angkatan ke-9 terasa sangat istimewa.
Hal ini dikarenakan ada kejutan dari Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia ( PII ), organisasi profesi yang berhak mengesahkan gelar insinyur di Tanah Air.
“Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia memberikan kejutan luar biasa kepada kita semua, terkhusus alumni Program Profesi Insinyur,” kata Dekan FTI UMI, Dr Ir Zakir Sabara H Wata ST MT IPM ASEAN Eng pada prosesi pengambilan sumpah insinyur, di Hotel Myko, Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan ( Sulsel ), Kamis (8/4/2021).
Dalam rilisnya, Dekan FTI UMI Makassar Zakir Sabara H Wata, mengatakan bahwa Ketua Umum PII datang membawa 1.200 Surat Tanda Registrasi Insinyur ( STRI ) untuk seluruh lulusan PSPPI FTI UMI angkatan I hingga IX, dari 2017 hingga 2020/2021.
“PSPPI UMI senantiasa konsisten dan berkomitmen untuk memastikan para alumninya mematuhi amanat undang-undang dan secara legal untuk berpraktik keinsinyuran, sekaligus mengapresiasi FTI UMI yang terus menerus melakukan inovasi termasuk di bidang inovasi teknologi pembelajaran secara digital. ‘ujarnya.
Dia menjelaskan untuk mendapatkan STRI, seorang insinyur harus terlebih dahulu lulus uji komptensi dan memiliki sertifikat kompetensi insinyur.
Insinyur yang melakukan kegiatan keinsinyuran tanpa memiliki STRI akan dikenakan sanksi administratif mulai dari peringatan tertulis sampai dengan pencabutan STRI. ‘tandas Dekan Milineal ini.
“Saya kira ini adalah langkah penyelamatan yang luar hiasa oleh PII puasa, minimal dalam menghindari adanya kriminalisasi para insinyur kita di Indonesia,” Ujarnya lagi.
Para insinyur lulusan PSPPI FTI UMI angkatan ke-9 disumpah Ketua Umum PII, Dr Ir Heru Dewanto ST MScEng IPU ASEAN Eng dan disaksikan sejumlah pengurus PII. ‘pungkasnya.(*)








