Aslam Patonangi dan Judas Amir, Dua Nama Senior yang Menguat di NasDem Sulsel Pasca RMS

Makassar, Experience – Dinamika internal Partai NasDem Sulawesi Selatan semakin menghangat pasca hengkangnya Rusdi Masse (RMS) yang selama ini menjadi figur dominan. Pergeseran ini membuka ruang spekulasi soal siapa yang akan mengisi kekosongan kepemimpinan, baik di level Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) maupun di kursi DPR RI melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).

Dua nama senior yang belakangan mencuat adalah mantan Bupati Pinrang Aslam Patonangi dan mantan Wali Kota Palopo Judas Amir.

Aslam Patonangi disebut-sebut berpeluang besar menggantikan posisi RMS di DPR RI. Mantan bupati dua periode itu memiliki basis politik di Dapil Sulsel III, sama dengan RMS. Selain itu, kedekatannya dengan sejumlah elite NasDem membuat Aslam dinilai sebagai figur kompromi yang dapat diterima oleh banyak pihak. Sejumlah pengamat menyebut peluang Aslam duduk di Senayan mencapai 50–60 persen jika proses PAW berjalan sesuai regulasi.

Sementara itu, nama Judas Amir muncul sebagai figur penopang partai di kawasan Luwu Raya. Meski sudah purna tugas sebagai wali kota Palopo, pengaruh politiknya masih terasa kuat. Judas dinilai mampu menjaga soliditas basis suara NasDem di Tana Luwu, sekaligus menjadi “king maker” lokal bagi kader-kader muda yang diproyeksikan partai untuk pemilu mendatang.

Menurut Dedy Alamsyah, Pengamat Politik, kemunculan dua nama tersebut mencerminkan upaya NasDem mencari figur penyeimbang di tengah absennya RMS.

Bacaan Lainnya

“Aslam punya modal elektoral dan pengalaman birokrasi yang mumpuni untuk mengisi kekosongan RMS di DPR RI. Sementara Judas lebih pas ditempatkan sebagai figur pengkonsolidasi di Luwu Raya. Kombinasi keduanya bisa menjadi energi baru bagi NasDem Sulsel,” jelas Dedy.

Direktur Duta Politik Indonesia (DPI) ini menambahkan, konsolidasi internal menjadi kunci bagi NasDem untuk menjaga kekuatan politiknya di Sulsel.

“Jika partai gagal mengelola transisi ini, maka fragmentasi bisa terjadi. Tapi jika mampu menempatkan Aslam dan Judas dalam peran yang tepat, NasDem tetap akan solid menuju Pemilu 2029,” tegasnya.

Hingga kini, NasDem pusat maupun DPW Sulsel belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan menggantikan posisi RMS. Namun, kehadiran nama-nama senior seperti Aslam Patonangi dan Judas Amir menunjukkan bahwa partai ini masih memiliki stok kader berpengalaman yang bisa menjadi penopang di masa transisi.

Situasi politik NasDem Sulsel diprediksi masih akan dinamis dalam beberapa bulan ke depan, namun satu hal yang pasti: konsolidasi internal menjadi kunci menjaga soliditas partai menuju Pemilu 2029. (*\)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan