MAROS, Experience – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Maros menuntut kesigapan ekstra dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros. Di tengah misi kemanusiaan pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, personel BPBD harus melakukan manajemen taktis dengan membagi kekuatan demi menangani dampak cuaca buruk di pemukiman warga.
Langkah pengalihan kekuatan ini diambil menyusul banyaknya laporan pohon tumbang yang menutup akses jalan utama dan mengancam keselamatan warga di sejumlah titik strategis di Maros.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Maros, Towadeng, S.H., menegaskan bahwa pergeseran personel ini merupakan langkah darurat yang harus diambil. Prioritas utamanya adalah memastikan keselamatan masyarakat di darat tetap terjaga tanpa mengendurkan intensitas operasi pencarian pesawat.
“Tidak semua personel TRC BPBD Maros ditarik ke posko induk. Hanya sebagian saja agar kita dapat berbagi tugas. Hal ini dilakukan agar evakuasi pohon tumbang di beberapa titik bisa segera tuntas demi kenyamanan dan keamanan masyarakat,” ujar Towadeng.
Manajemen Taktis di Lapangan
Berdasarkan pantauan di lapangan, kekuatan TRC BPBD Maros saat ini dikerahkan secara efektif di tiga titik krusial:
• Posko Cenrana: Menjadi titik konsolidasi bagi personel yang telah menyelesaikan evakuasi pohon tumbang. Setelah penanganan di pemukiman selesai, personel langsung diarahkan kembali untuk memperkuat tim pencarian korban pesawat.
• Posko Tompobulu (Pangkep): Fokus utama operasi. Personel di titik ini tetap siaga penuh untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500.
• Wilayah Perkotaan & Titik Rawan: Fokus pada pembersihan material pohon yang mengganggu fasilitas umum dan akses mobilitas warga.
Meski kekuatan personel harus terbagi, BPBD Maros menjamin koordinasi di lokasi pencarian pesawat tetap berjalan maksimal. Di sisi lain, cuaca yang tidak menentu membuat pihak berwenang mengeluarkan peringatan dini bagi warga.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor melalui jalur komunikasi resmi jika menemukan potensi bencana atau gangguan akibat cuaca ekstrem di lingkungan masing-masing.(*)
Editor//Experience//Online//Hasim.








