Inovatif! Mahasiswa UNM membuat masker dari selulosa eceng gondok

oleh -30 views
IMG 20210710 WA0068 https://sulselexperience.com/inovatif-mahasiswa-unm-membuat-masker-dari-selulosa-eceng-gondok.html 1 Bҽɾαɳԃα Iɳϝσ Nυʂαɳƚαɾα Inovatif! Mahasiswa UNM membuat masker dari selulosa eceng gondok 1 Akademisi MASKER ECENG GONDOK
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

SULSELEXPERIENCE.COM,MAKASSAR-Masker bio-degradable dengan mikrofilter dari selulosa eceng gondok (Eichornia crassipes) merupakan salah satu judul yang berhasil lolos sebagai penerima hibah dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta (KC) tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementrian Ristek dan Teknologi.

Dibalik itu, terdapat 4 orang Mahasiswa dan 1 dosen pembimbing yang telah merancang dan menyusun di setiap kegiatannya. Alifiah Alfaniah Alfattah Putri selaku ketua tim dan Mutia Salsabila Syaifuddin, Dina Amelia Ahmad serta Ririn Febriani Val sebagai anggota tim. Alifiah, Mutia dan Dina berasal dari prodi Pendidikan Kimia ICP angkatan 2018 dan Ririn berasal dari prodi Pendidikan Biologi ICP angkatan 2019.

Sementara dosen pembimbingnya adalah Dr. Eng Sulfikar S.Si., M.T yang merupakan dosen jurusan Kimia FMIPA UNM.

Tercetusnya ide pembuatan masker ini lahir dari fenomena masifnya pemakaian masker sebagai salah satu upaya penyebaran virus covid-19. Fenomena ini kemudian meningkatkan kuantitas masker yang dapat menjadi ancaman baru bagi lingkungan. Sebab, masker yang digunakan masyarakat umumnya mengandung bahan polimer yang tidak mudah terurai di alam.

Untuk menjawab permasalahan ini, mereka berinisiatif untuk membuat produk masker yang selain efektif untuk meminimalisir penyebaran covid-19, produk masker ini dapat menjadi alternatif dalam penerapan protokol kesehatan agar tidak lagi menjadi ancaman yang serius terhadap lingkungan.

Dr. Eng Sulfikar S.Si, M.T selaku dosen pembimbing sangat mengapresiasi prestasi keempat Mahasiswa ini karena berhasil lolos sebagai penerima hibah PKM tahun 2021 dan berharap agar produk yang dihasilkan (masker) dapat dikomersialkan dan dipatenkan.

Kemudian Alifiah selaku ketua tim mengatakan “saya sangat bersyukur karena tim kami lolos sebagai penerima hibah PKM tahun 2021. Selama proses pembuatan produk belum terdapat kendala yang dialami dan semoga kedepannya juga tidak terdapat kendala. semoga PKM yang kami lakukan bisa memberikan manfaat ke lingkungan secepat mungkin.”