oleh

Mahasiswa KKN Unhas 104 Ciptakan Alat Pencuci Tangan Otomatis Ramah Lingkungan

MAKASSAR — Di tengah pandemik Covid-19 tentu berbagai protokol kesehatan diterapkan di kalangan masyarakat agar terhindar dari bahaya covid-19. Salah satunya dengan cara mencuci tangan dengan sabun.

Tempat tempat umum yang memiliki intensitas aktivitas tinggi perlu menjadi pusat perhatian dalam membatasi penyebaran Covid-19, seperti kantor, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, dan lain lain.

Maka dari itu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 104 Universitas Hasanuddin melakukan cara untuk mendukung pembatasan penyebaran covid-19 dengan menciptakan ide kreatif untuk pengabdian masyarakat sekitar melalui pembuatan alat pencuci tangan otomatis yang ramah lingkungan.

Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin yang tergabung pada posko wilayah Rappocini 4 mencakup Kelurahan Minasa Upa dan Karunrung berhasil menciptakan alat pencuci tangan otomatis yang memiliki komponen penting seperti sensor ultrasonic jenis Arduino uno. Dengan cukup mendekatkan tangan pada sensor, air dapat mengalir secara otomatis.

Kemudian, bekas cuci tangan (greywater) dari hasil mencuci tangan dengan sabun secara rutin juga berdampak negatif bagi lingkungan. Maka dari itu alat pencuci tangan otomatis ini dilengkapi dengan greywater filter sederhana yang mampu menyaring air bekas cuci tangan, sehingga menghasilkan air yang dapat digunakan kembali yang sifat nya non-konsumtif seperti menyiram tanaman, MCK, dan lain lain.

Penerapan alat ini diletak kan di kantor Kelurahan Karunrung yang merupakan salah satu tempat umum yang sering dijumpai oleh masyarakat sekitar dalam hal administrasi.

Fandy Wiranto Iqbal Hafid, S.STP, selaku Kepala Lurah Kelurahan Karunrung, Sangat mengapresiasi hasil ide kreatif yang dihasilkan mahasiswa unhas yang mengabdi di masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan.

“Diharapkan kegiatan pengabdian berupa Kuliah Kerja Nyata ini dapat terus berlangsung tiap tahunnya meskipun masih masuk pada fase pandemik,” ujarnya, Senin (10/8/2020). (rls)

Komentar

Topik