Pandangan Pengamat Dibalik Pengunduran Diri Deng Ical Dari Partai

oleh -0 views
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Selagi.id, Makassar Terkait pengunduran diri Deng Ical dari Partai Demokrat merupakan cerminan akumulasi kekecewaan terhadap partai demokrat yang dalam pengambilan keputusan khususnya usungan di Pilkada tidak memberikan ruang dan prioritas para kader internal yang potensial

Pengunduran diri tersebut bisa menjadi kerugian besar bagi partai, apalagi sosok Ical adalah figur patron politik kuat bagi sebagian besar Gras Rood Partai Demokrat.

Melalui pesan tertulis Minggu (28/1/2018) Selagi.id, pengunduran diri itu juga bisa jadi pasca menjadi penarik simpul Grass Rood partai untuk melakukan hal yang serupa.

Mundurnya DI dari Partai Demokrat harusnya menjadi momentum bagi partai untuk lebih menghargai dan bersikap aspiratif terhadap kader internalnya dalam menghadapi momentum politik. Partai juga harus menjadi arena yang kondusif bagi stiap kader untuk berproses dalam mendapatkan karir politik yang jelas. Ungkap Lukman Irwan

DR Lukman Irwan, Pengamat Politik Pemerintahan yang juga Dosen Fisip Unhas menilai Kekuatan figur DI akan menjadi magnet politik di Sulsel dan akan menjadi keuntungan besar bagi parpol yang berhasil mengikat Deng Ical pasca mundur dari Partai Demokrat, terkhusus dalam menghadapi Pilkada serentak dan Pileg 2019.

Lanjut menurut Dosen Fisip Unhas bahwa keputusan mundur dari Partai Demokrat telah menunjukkan kapasitas kesantunan berpolitik dari sosok Deng Ical.

“Ketika Deng Ical tetap berada dalam Partai otomatis harus berjuang untuk memenangkan kader usungan partai di pilkada padahal disatu sisi figur yang diusung partai memiliki platform politik yang berbeda sehingga Ical lebih memilih sikap gentlemen dengan cara mengundurkan diri.” sebut dia.

Seharusnya ini jadi pembelajaran politik bagi kader partai lain yang kadang tetap berada dalam satu partai padahal sikap politiknya mendukung figur yang bukan usungan partai dan jadi momentum bagi partai untuk lebih menghargai serta bersikap aspiratif terhadap kader internalnya, momentum politik harus menjadi arena kondusif bagi setiap kader untuk berproses dalam mendapatkan karir yang jelas

Jika di perhatikan pada beberapa wilayah khususnya Makassar, Partai Demokrat lebih mengakomodir figur eksternal partai yang tidak memiliki kontribusi, serta dalam membesarkan Partai seharusnya ada figur internal yang potensial yang lebih prioritas, apalagi kader internal yang telah jatuh bangun membesarkan partai bersama. (yy)