Maros, Experience — Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Maros (KOPURINDAG) terus berbenah untuk melaksankan program unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku UKM.
Terkait peningkatan tersebut Kadis KOPURINDAG Toadeng SH didampingi Penanggung jawab Rumah Kemasan Maros Muh. Fajrin Yusuf melakukan audeinsi di kantor Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) dalam upaya sinergitas bersama tingkat kementrian.
“Kordinasi ini dimaksudkan agar program pengembangan UMKM kabupaten Maros dapat selaras dengan program Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Dengan harapan target dinas KOPURINDAG mengakselerasi rasio kewirausahaan 11.95 persen dan penumbuhan wirausaha 20 persen sampai tahun 2024 dapat tercapai”. Ujar Dinas Kopurindag.
Dalam Audiens ini Kepala Dinas Kopurindag Toadeng SH juga memaparkan rencana kerja yang berbasis kolaborasi dihadapan Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM, Irwansyah Putra.
“Dinas KOPURINDAG telah menjalani beberapa kerjasam dengan beberapa pihak seperti Unhas, Umma, UNM, Telkom, Mandiri, Kemenag, wirausahawan, Bdi, dan lainnya”. Jelasnya pada Irwansyah Putra.
Ditambahkan nya bahwa wirausaha di Kabupaten masih belum mencapai angka yang ideal untuk bisa menjadi UMKM maju dengan aspek persoalan kelembagaan, permodalan, pengembangan bisnis, pasar, dan promosi, untuk itu guna menyelasaikan persoalan ini. Pintanya
Pemerintah Kab. Maros melalui Dinas KOPURINDAG sudah Mengusulkan Pembentukan Upt Plut, Sentra Industri dan Kemasan (Plut Setrimas) yang kemudian berkolabaorasi dengan beberapa mitra dari berbagai sektor baik dengan akademisi, BUMN, balai diklat dan seterusnya.
“harapannya semua persoalan dan pelayanan UMKM dapat diselesaikan di suatu tempat yaitu PLUT Setrimas Maros.” Ujar Kadis KOPURINDAG Toadeng SH. Senin (30/1/2023) Sulselexperience.com
Perlu upaya mewujudkan ekosistem kewirausahaan yang mendukung di antaranya melalui sinergi lintas sektor, standardisasi, dan integrasi pelaksanaan program baik di tingkat pusat maupun daerah, serta mengembangkan proses bisnis dalam ekosistem kewirausahaan, ucap Toadeng dalam audiens ini.
Irwansyah mengatakan bahwa langka yang ditempuh oleh dinas Kopurindag sudah benar dan untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan kewirausahaan di tanah air, pemerintah telah menerbitkan Perpres nomor 2 tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.
“Maka dari itu, perlu upaya mewujudkan ekosistem kewirausahaan yang mendukung di antaranya melalui sinergi lintas sektor, standarisasi dan integrasi dalam pelaksanaan program, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta mengembangkan proses bisnis dalam ekosistem kewirausahaan,” ucap Irwansyah Putra, di Kantor Kementrian Koperasi UKM, Jakarta.
Lebih lanjut, Irwansyah menyarankan agar Pemkab Maros rutin menggelar Workshop UMKM sebagai salah satu langkah sosialisasi Perpres nomor 2 Tahun 2022 dan pendampingan UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital.
“Keinginan kuat dari para pelaku usaha adalah naik kelas maka dukungan dari berbagai program dan insentif dari pemerintah, serta sinergi dengan berbagai pihak diharapkan dapat mendorong lahirnya wirausaha yang tidak hanya tangguh dan inovatif tapi juga mampu menyerap banyak tenaga kerja sekaligus menjadi penggerak lahirnya wirausaha-wirausaha baru.
“Jika kabupaten Maros mampu melakukan hal itu maka saya optimis bahwa PLUT Sentrimas di Maros bisa menjadi salah satu yang terbaik” Tutupnya (Anch/**)








