PermataBank Terus Mencetak Pertumbuhan Laba dan Aset Yang Positif di Kuartal III 2021

oleh -10 views
PermataBank https://sulselexperience.com/permatabank-terus-mencetak-pertumbuhan-laba-dan-aset-yang-positif-di-kuartal-iii-2021.html 1 Bҽɾαɳԃα Iɳϝσ Nυʂαɳƚαɾα PermataBank Terus Mencetak Pertumbuhan Laba dan Aset Yang Positif di Kuartal III 2021 1 Bisnis PermataBank Terus Mencetak Pertumbuhan Laba dan Aset Yang Positif di Kuartal III 2021
Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

SulselExperience com, Jakarta – PT Bank Permata Tbk (“PermataBank” atau “Bank”) kembali menunjukan konsistensi dalam pertumbuhan aset dan peningkatan kinerja yang solid dengan tetap
menjaga prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit dan memastikan kecukupan pencadangan kerugian kredit. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang mulai terjadi
di Kuartal II dan keberhasilan progam vaksinasi yang dijalankan oleh Pemerintah Indonesia untuk menurunkan jumlah kasus COVID-19 mulai membuahkan pergerakan positif dalam pemulihan perekonomian dan pertumbuhan kredit.

Direktur Utama PermataBank Chalit Tayjasanant, mengemukakan, “Menjelang tutup tahun 2021, PermataBank terus menunjukan kinerja yang tetap kuat dan konsisten. Kami berupaya terus menjangkau pasar dan segmen nasabah yang lebih luas dengan menawarkan inovasi
produk dan jasa perbankan digital dengan sinergi dan dukungan penuh dari pemegang saham pengendali kami, Bangkok Bank.

Kinerja yang positif di kuartal III 2021 ini juga tidak lepas dari
dukungan para nasabah setia kami yang selalu maju bersama menjadikan kami bank of choice mereka serta komitmen kami untuk terus memberikan kenyamanan dan keamanan transaksi perbankan dan turut berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia.”

Sejalan dengan pemulihan perekonomian Indonesia, Bank membukukan pertumbuhan aset
sebesar 31% YoY menjadi sebesar Rp219 triliun yang mempertahankan PermataBank di
jajaran 10 bank komersial terbesar di Indonesia berdasarkan nilai total aset. Penyaluran kredit
tumbuh secara signifikan 21% YoY menjadi sebesar Rp124,2 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan kredit korporasi sebesar 45% YoY dan pertumbuhan KPR sebesar 23% YoY. Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah bertumbuh sebesar 23% YoY terutama
dikontribusikan oleh pertumbuhan tabungan dan giro sebesar 28%. Kenaikan ini sejalan
dengan strategi Bank untuk memfokuskan pertumbuhan simpanan nasabah dengan biaya
dana yang lebih murah untuk mendukung penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih
bersaing dalam jangka panjang.

Sejalan dengan hal tersebut, rasio CASA Bank mengalami
peningkatan menjadi 53%, lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar 51%.

Sejalan dengan pertumbuhan aset, Bank membukukan Pendapatan Operasional sebesar
Rp7,5 triliun atau tumbuh sebesar 17% YoY dan Laba Operasional sebelum Pencadangan
tumbuh sebesar 28% YoY menjadi sebesar Rp3,5 triliun.

Pertumbuhan Pendapatan Operasional dikontribusikan oleh pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 28%. Hal ini mencerminkan pengelolaan dana, baik simpanan nasabah maupun dana setoran modal dari pemegang saham, secara optimal. Rasio Beban Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) juga mengalami perbaikan menjadi sebesar 88%, membaik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 92% yang dikontribusikan oleh penurunan pencadangan
kerugian kredit, sejalan dengan perbaikan kualitas portfolio kredit Bank.

Pertumbuhan kredit dan peningkatan kinerja Bank telah membuahkan hasil di kuartal III 2021 ini, Laba Bersih setelah pajak berhasil dibukukan senilai Rp831 miliar, meningkat secara signifikan sebesar 93% atau hampir dua kali lipat dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp430 miliar.

Kualitas portfolio kredit Bank masih terjaga dengan baik dengan rasio NPL gross dan netto
masing-masing sebesar 3,3% dan 0,9%, terkoreksi menjadi lebih baik dibandingkan dengan
periode yang sama tahun lalu dengan rasio masing-masing sebesar 3,8% dan 1,5%. Secara
pruden Bank membukukan pencadangan kerugian kredit untuk mengantisipasi potensi
kerugian kredit yang dapat terjadi sebagai akibat pandemi yang masih berlangsung, dengan mempertahankan rasio NPL coverage sebesar 217%, hampir dua kali lipat dibandingkan rasio
NPL coverage tahun lalu sebesar 118%.

Rasio permodalan Bank adalah yang terkuat di antara 10 besar Bank Komersial di Indonesia,
dengan rasio CAR dan CET-1 sebesar masing-masing 34% dan 26% dimana hal ini menjadi key enabler bagi Bank untuk mempercepat pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun
inorganik. PermataBank terus memperkuat komitmen untuk mendukung Pemerintah
Indonesia dalam mendukung pemulihan perekonomian dengan menjalankan fungsi
intermediari secara efektif dan efisien dengan dukungan dari Bangkok Bank PCL sebagai
pemegang saham pengendali.

Menjadi bagian dari Bangkok Bank Group yang merupakan Bank Korporasi terkuat di
Thailand, PermataBank akan terus memperkuat branding position sebagai bank universal di
Indonesia dan melakukan inovasi dan investasi yang berkelanjutan, baik dalam hal penawaran produk yang relevan maupun di bidang perbankan digital untuk memberikan layanan dan pengalaman bertransaksi yang menyenangkan dan memuaskan bagi nasabah di segmen Ritel, SME, Komersial dan Korporasi.

 

(U Nai)