Experience, Maros : Memasuki Reses Masa Persidangan II Tahun 2021/2022, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Muzayyin Arif menggelar Reses dan Temu Konstituen di Desa Mattoanging Kecamatan Bantimurung, Maros. (5/2/2022).
Tujuan reses adalah mendengar. Berbeda dengan kegiatan lainnya, dalam menyerap aspirasi masyarakat, anggota dewan akan lebih banyak mendengar. “Sebagai masyarakat menyampaikan hal yang bisa saya bawa kembali ke DPRD,” ujarnya.
Muzayyin juga menyampaikan bahwa ada dua tugas anggota dewan. Pertama, turun ke masyarakat mendengar hal-hal yang menjadi kebutuhannya. Kedua, berbicara kepada pemerintah Provinsi, melihat mana yang bisa diwujudkan dari keinginan yang telah masyarakat sampaikan.
Menurutnya ada tiga hal yang menjadi perhatian utama; Pendidikan, Pengembangan Ekonomi, dan Pembinaan Keagamaan.
Kewenangan Pemerintah Provinsi adalah di tingkat SMA sederajat. Pemerintah memprioritaskan perhatian terhadap pendidikan, sehingga tidak ada lagi anak yang kesulitan untuk melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.
“Bahwa kalau ada yang penting untuk diperhatikan bagi kehidupan kita bermasyarakat, maka perhatikan pendidikan anak-anak kita,” tutur pria yang akrab disapa MA itu.
Di bidang ekonomi, Muzayyin berpesan agar memperhatikan sumber-sumber ekonomi masyarakat. Lahan pertanian agar dimaksimalkan produktivitasnya, saluran irigasi untuk mengairi sawah para petani yang menjadi kewenangan. Bendungan yang ada di Bantimurung agar dioptimalkan.
“Bagaimana agar masyarakat bisa menjangkau atau mengakses sumber-sumber ekonomi dengan baik,” imbuhnya. Muzayyin juga sebagai Koordinator Komisi E membidangi Kesejahteraan Rakyat.
Selanjutnya, putra asal Maros itu mengingatkan bahwa hal yang paling penting untuk tidak boleh luput adalah perhatian terhadap agama.
“Pendidikan bisa menciptakan anak-anak punya ilmu yang luas dan ekonomi bisa mensejahterakan, tapi keduanya tidak dapat mendatang kebahagiaan. Satu-satunya sumber ketenangan adalah agama,” tutupnya.(*/U Nai)








